Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR) mengemas pertumbuhan kinerja sepanjang tahun 2025. Emiten yang bergerak di bidang industri kemasan fleksibel ini membukukan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan sebesar Rp 917,31 miliar.
Pendapatan IGAR tahun lalu meningkat 5,54% secara tahunan atau year on year (yoy) dibandingkan capaian tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 869,13 miliar. Merujuk laporan keuangan yang rilis di Bursa Efek Indonesia, mayoritas pendapatan dari kontrak dengan pelanggan IGAR bersumber dari sektor farmasi sebesar Rp 820,05 miliar.
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan di sektor farmasi mendaki 7,23% ketimbang raihan Rp 764,74 miliar pada tahun 2024. Sedangkan pendapatan dari kontrak dengan pelanggan non-farmasi mengalami penurunan 6,83% (yoy) dari Rp 104,38 miliar menjadi Rp 97,25 miliar pada 2025.
Baca Juga: Produsen Mamin Mulai Rasakan Tekanan Biaya Kemasan
Dari sisi wilayah pemasaran, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan di domestik tercatat sebesar Rp 894,02 miliar, sedangkan ekspor sebesar Rp 23,29 miliar. Pendapatan dari pelanggan domestik dan ekspor IGAR masing-masing mengalami kenaikan 4,98% dan 32,48% (yoy).
Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan IGAR meningkat 4,69% (yoy) menjadi Rp 780,14 miliar. IGAR pun mengemas laba kotor sebesar Rp 137,17 miliar atau meningkat 10,63% ketimbang raihan Rp 123,98 miliar pada 2024.
Setelah dijumlah dengan berbagai pos beban dan pendapatan lainnya, laba usaha IGAR tumbuh 22,18% (yoy) dari Rp 72,66 miliar menjadi Rp 88,78 miliar pada 2025. IGAR pun mengemas laba tahun berjalan sebesar Rp 86,48 miliar atau meningkat 19,33% dibandingkan laba tahun 2024, yang kala itu tercatat sebesar Rp 72,47 miliar.
Baca Juga: Imlek - Ramadan Dongkrak Produksi dan Permintaan Industri Kemasan Plastik Hingga Kaca
Secara bottom line, IGAR meraih laba bersih sebesar Rp 59,46 miliar pada tahun 2025. Keuntungan IGAR meningkat 18,87% dibandingkan total laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2024, yang kala itu sebesar Rp 50,02 miliar.
Dengan pertumbuhan kinerja tersebut, laba per saham dasar IGAR meningkat dari Rp 54,07 pada 2024 menjadi Rp 64,03 per 31 Desember 2025. Pada periode yang sama, IGAR tercatat memiliki total aset senilai Rp 1 triliun.
IGAR mempunyai total liabilitas sebesar Rp 114,34 miliar, dengan total ekuitas sebesar Rp 892,61 miliar. Sementara itu, posisi kas dan setara kas akhir tahun IGAR tercatat sebesar Rp 461,78 miliar.
Baca Juga: Industri Kemasan Lesu, Ramadan dan Lebaran Tak Jamin Bantu Pertumbuhan di Kuartal I
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













