Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), emiten pemilik jaringan ritel raksasa MR. D.I.Y. di Indonesia, baru saja mengumumkan langkah strategis. Ekspansi ini demi memperkuat cengkeraman bisnisnya di luar segmen perlengkapan rumah tangga.
Melalui keterbukaan informasi pada Jumat (26/6/2026), salah satu anak usaha kendali MDIY, PT Tunas Pradana Sejahtera (TPS), akan menerima setoran modal bertahap hingga mencapai maksimum Rp 122,5 miliar. Dana segar ini datang langsung dari MDIH (Singapore) Pte. Ltd., yang tak lain merupakan pemegang saham utama sekaligus pengendali dari perusahaan.
Seluruh dana yang disuntikkan oleh MDIH melalui penerbitan saham baru di TPS tersebut ditargetkan sebagai amunisi utama untuk melakukan investasi strategis pada PT KKV Trading Indonesia.
Baca Juga: Kemenperin: Dampak Aturan Baru Berisiko Tekan Industri Tembakau Rp 700 Triliun
Dengan masuknya pendanaan ini, PT KKV Trading Indonesia dipastikan memiliki ruang yang sangat longgar untuk membuka lebih banyak gerai baru di lokasi-lokasi premium seluruh Indonesia.
Transaksi ini dikategorikan sebagai Transaksi Afiliasi sesuai dengan regulasi OJK (POJK 42/2020), mengingat adanya hubungan kepemilikan dan kesamaan kepengurusan. TPS dan MDIH yang merupakan pemegang saham utama MDIY dan di mana penerima manfaat akhir dan pengendali MDIY, Tan Yu Yeh, menjabat sebagai Direktur MDIH.
Namun, manajemen menegaskan transaksi ini dirancang menguntungkan bagi pemegang saham publik. Melalui skema ini, MDIH akan mengambil alih kepemilikan saham di TPS secara bertahap hingga maksimal 49%.
Dampaknya, porsi kepemilikan MDIY di TPS memang akan terdilusi dari awalnya 99% menjadi 50%. Kendati demikian, MDIY dipastikan tetap memegang kendali penuh atas keputusan strategis di TPS.
Langkah ini dinilai lebih efisien secara finansial karena MDIY berhasil membagi risiko investasi yang besar dengan mitranya tanpa harus kehilangan hak pengendalian. Dengan kata lain, laporan keuangan TPS dan seluruh potensi keuntungan dari investasi di KKV ke depan akan tetap dikonsolidasikan ke dalam neraca keuangan.
Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan juga memberikan jaminan penuh bahwa tidak ada benturan kepentingan yang merugikan perusahaan maupun pemegang saham minoritas dalam keputusan ini. Transaksi ini juga dipastikan tidak mengganggu operasional inti dari gerai-gerai MR. D.I.Y. yang sudah berjalan, melainkan justru membuka pintu pendapatan baru (revenue stream) yang menjanjikan di masa depan.
Baca Juga: Geo Dipa Energi Mulai Pembangunan PLTP Dieng Unit 2 Kapasitas 55 MW
Dengan amunisi finansial baru dan kolaborasi kuat ini, menarik untuk mencermati seberapa cepat ekspansi gerai-gerai KKV akan menjamur di pusat-pusat perbelanjaan tanah air dalam beberapa waktu ke depan.
Saham MDIY pada Jumat (26/6/2026) ditutup melemah 0,59% di Rp 840 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














