kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Industri biofuel belum rencanakan bangun pabrik baru


Kamis, 30 Agustus 2018 / 21:51 WIB
Industri biofuel belum rencanakan bangun pabrik baru
ILUSTRASI. Produksi BioFuel


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aturan mandatori perluasan biodiesel 20% yang akan berlaku pada September depan belum jadi alasan untuk industri membangun pabrik penyedia bahan bakar nabati yang baru.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menyampaikan untuk saat ini kapasitas terpasang pabrik dapat mengolah hingga 12 juta kiloliter.

Sedangkan kebutuhan penyerapan kini bisa mencapai 6 juta kilo liter berkat aturan perluasan B20. Dengan kondisi tersebut, artinya belum diperlukan tambahan pabrik.

"Tapi ada satu pabrik yang dulu sempat berhenti mau jalan lagi, kapasitas dia 100.000 kiloliter per tahun," kata Paulus, Kamis (30/8).

Namun Paulus enggan merinci pemilik pabrik tersebut. Asal tahu saat ini terdapat 22 unit pabrik yang mengolah CPO untuk kebutuhan bahan bakar nabati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×