kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Industri biofuel belum rencanakan bangun pabrik baru


Kamis, 30 Agustus 2018 / 21:51 WIB
ILUSTRASI. Produksi BioFuel


Reporter: Tane Hadiyantono | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aturan mandatori perluasan biodiesel 20% yang akan berlaku pada September depan belum jadi alasan untuk industri membangun pabrik penyedia bahan bakar nabati yang baru.

Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan menyampaikan untuk saat ini kapasitas terpasang pabrik dapat mengolah hingga 12 juta kiloliter.

Sedangkan kebutuhan penyerapan kini bisa mencapai 6 juta kilo liter berkat aturan perluasan B20. Dengan kondisi tersebut, artinya belum diperlukan tambahan pabrik.

"Tapi ada satu pabrik yang dulu sempat berhenti mau jalan lagi, kapasitas dia 100.000 kiloliter per tahun," kata Paulus, Kamis (30/8).

Namun Paulus enggan merinci pemilik pabrik tersebut. Asal tahu saat ini terdapat 22 unit pabrik yang mengolah CPO untuk kebutuhan bahan bakar nabati.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×