kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.664.000   -36.000   -1,33%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Industri hotel bisa bidik konferensi pihak swasta


Selasa, 12 Mei 2015 / 18:00 WIB
ILUSTRASI. Pekerja mengangkut beras di gudang Bulog Talumolo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Jumat (17/11/2023). ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin/tom.


Reporter: | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kebijakan pelarangan pertemuan di hotel yang diberlakukan pemerintah cukup memberikan pukulan telak bagi industri perhotelan di Indonesia. Meski t diperlonggar, boleh melakukan pertemuan tapi dengan plafon biaya tertentu, hal ini tidak cukup membalikkan performa terbaik industri hotel.

Suwito, Pendiri& CEO, Republik Capital Management Ltd bilang, kebijakan tersebut memberikan pengaruh besar untuk hotel-hotel bintang 4. Sedangkan pertumbuhan hotel bujet justru berkembang cukup baik meski ada batasan ini.

"Soalnya, tidak seperti hotel bintang 4, hotel bujet memang tidak menyediakan fasilitas conference. Jadi, kebijakan itu tidak berpengaruh," ujar Suwito, (12/5).

Pada kondisi seperti saat ini, peluang pertumbuhan bisnis hotel memang terjadi untuk hotel-hotel budget. Tapi, bukan berarti bisnis hotel berbintang benar-benar ditinggalkan. Masih ada peluang pada bisnis ini.

Caranya adalah, dengan menerapkan strategi untuk menyasar segmen swasta. Sebab, kebijakan pembatasan pertemuan di hotel berbintang itu dikhususkan pada para pegawai negeri sipil (PNS).

"Jadi, saya rasa strategi kedepan itu lebih ke arah swasta, tidak terlalu banyak pada konsumen dari pegawai negeri," pungkas Suwito.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×