kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.873   48,00   0,27%
  • IDX 6.475   72,73   1,14%
  • KOMPAS100 836   7,00   0,84%
  • LQ45 637   4,24   0,67%
  • ISSI 227   4,93   2,21%
  • IDX30 356   2,08   0,59%
  • IDXHIDIV20 432   2,24   0,52%
  • IDX80 96   0,72   0,76%
  • IDXV30 120   1,00   0,85%
  • IDXQ30 113   0,73   0,65%

Industri karet remah terbuka penuh untuk asing


Selasa, 16 Februari 2016 / 15:46 WIB


Sumber: Antara | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Industri karet remah atau "crumb rubber" terbuka 100 persen untuk investasi asing di dalam negeri pascarevisi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang baru diumumkan, kata Menteri Perindustrian Saleh Husin.

"Kami membuka siapapun untuk melakukan investasi, asing maupun dalam negeri untuk industri crumb rubber, agar serapannya lebih tinggi," kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, Selasa.

Pasalnya, pasokan karet yang melimpah belum mampu diserap oleh industri crumb rubber yang ada di dalam negeri.

Menurut Saleh, pasokan karet mentah mencapai 3 juta ton per tahun, sementara serapannya baru mencapai 700 ribu ton per tahun.

Penyerapan yang minim membuat harga karet merosot dibawah harga beras, hingga petani karet enggan menanam kembali karet, yang membuat pasokan karet mentah menjadi sulit.

"Beberapa perusahaan menjadi kesulitan mendapat bahan baku karet," ujar Saleh.

Untuk itu, Saleh menyampaikan, industri crumb rubber lebih terbuka untuk investor dalam maupun luar negeri, agar penyerapan terhadap produksi karet lebih terdongkrak.

Sehingga, lanjutnya, petani kembali bergairah menanam dan menyadap karet untuk memenuhi kebutuhan industri crumb rubber nasional.

"Kami ingin petani karet lebih sejahtera. Karena selama ini mereka berhenti menyadap. Jadi, jangan hanya karena kepentingan segelintir pengusaha saja," ujar Saleh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×