Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Freeport-McMoRan mengumumkan, kemajuan di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave miliknya di Indonesia berjalan sesuai rencana untuk peningkatan produksi secara bertahap. Ini setelah Freeport melakukan upaya pemulihan pasca-insiden tanah longsor mematikan yang mengganggu operasional tahun lalu.
Freeport-McMoRan yang listing di bursa New York ini memperkirakan, tambang Grasberg akan mencapai 80% dari kapasitas produksi pada pertengahan tahun 2027 dan mendekati kapasitas penuh pada akhir tahun 2027.
Grasberg, tambang tembaga terbesar kedua dan tambang emas terbesar di dunia, dilanda aliran lumpur besar tahun lalu yang menewaskan tujuh pekerja dan menghentikan operasional selama hampir satu bulan.
"Peningkatan sistem penanganan material di tingkat pengangkutan (haulage level) Grasberg Block Cave sedang berjalan menuju penyelesaian pada awal 2027, sementara persiapan terus dilakukan untuk target dimulainya kembali produksi dari Production Block 1S pada pertengahan 2027," ungkap Freeport seperti dikutip Reuters, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Freeport Kembali Operasikan Smelter Gresik, Produksi Tembaga Digenjot
Freeport memproyeksikan penjualan tembaga kuartal ketiga sebesar 750 juta pon dan total penjualan emas sekitar 100.000 ons—angka yang berada di bawah perkiraan bulan Juli 2026—akibat penundaan penjualan emas.
Freeport memperkirakan harga realisasi rata-rata tembaga kuartalan akan melampaui US$ 6,50 per pon.
"Operasional di AS terdampak oleh tingkat operasi yang lebih rendah dari rencana selama kuartal tersebut akibat banjir lokal, pemadaman listrik, dan angin kencang," sebut Freeport-McMoRan.
Freeport dijadwalkan untuk melaporkan hasil kinerja kuartal ketiga pada tanggal 27 Oktober.
Baca Juga: Antam: Pasokan Emas Freeport Masih Berjalan, Realisasi Bertahap
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














