kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.541.000   21.000   1,38%
  • USD/IDR 15.880   50,00   0,31%
  • IDX 7.196   54,65   0,77%
  • KOMPAS100 1.104   9,46   0,86%
  • LQ45 877   10,80   1,25%
  • ISSI 221   0,74   0,34%
  • IDX30 449   6,10   1,38%
  • IDXHIDIV20 540   5,33   1,00%
  • IDX80 127   1,26   1,00%
  • IDXV30 135   0,57   0,43%
  • IDXQ30 149   1,56   1,06%

Infrastruktur Buruk, Perusahaan Ancam Relokasi Pabrik


Selasa, 10 Agustus 2010 / 07:12 WIB
Infrastruktur Buruk, Perusahaan Ancam Relokasi Pabrik


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Buruknya infrastruktur di Indonesia membuat pelaku industri mengancam untuk melakukan relokasi pabrik dari Indonesia. Salah satu perusahaan yang mengancam untuk melakukan relokasi adalah PT LG Electronics Indonesia.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan selain LG, ada sekitar dua sampai tiga perusahaan yang juga mengancam melakukan relokasi karena buruknya infrastruktur di Indonesia. "Komplain mereka (perusahaan) adalah masalah infrastruktur. Saya sudah mengetahui ini tapi belum menyikapi secara resmi," kata Hidayat, Senin (9/8).

Selain masalah infrastruktur seperti jalan, pengusaha juga mengeluhkan dukungan dari sektor energi, listrik dan gas. "Pemerintah sudah melakukan review mengenai ini," ujarnya.

Catatan saja, beberapa waktu lalu perusahaan elektronik asal Korea Selatan LG mengancam akan memindahkan pabriknya di Tangerang Banten ke negara lain karena buruknya infrastruktur jalan yang ada disana.

Direktur Pemasaran LG Electronics Indonesia Budi Setiawan mengakui memang selama ini ada hambatan mengenai fasilitas jalan. "Saat ini mengenai infrastruktur jalan masih kurang puas, tetapi lari atau menarik bisnis dari Indonesia adalah opsi terakhir," kata Budi akhir pekan lalu.

Budi menambahkan saat ini pihaknya telah mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki sarana infrastruktur yang ada di lokasi pabrik LG. Saat ini LG sudah bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan untuk mengatasi masalah ini,

"Kita meminta perbaikan iklim infrastruktur untuk mendukung kinerja pabrik kita di tangerang," ungkapnya.

Hidayat menegaskan, infrastruktur menjadi agenda utama yang akan diselesaikan. Selain jalan, sumber gas dan energi, pemerintah juga akan memperbaiki pelabuhan. "Pelabuhan juga sangat padat, jadi dibutuhkan pelabuhan baru, dryport. Mungkin ada pelabuhan baru di Pulau Jawa dalam waktu segera" katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Working with GenAI : Promising Use Cases HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective

[X]
×