kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Ingin punya usaha? Sambangi pameran waralaba ini


Jumat, 08 September 2017 / 16:20 WIB


Reporter: Elisabeth Adventa | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - Indonesia's Biggest Business Expo kembali digelar di Hall B Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat. Pameran peluang bisnis terbesar di Asia Tenggara tersebut digelar selama tiga hari, mulai 8 September - 10 September 2017.

Acara yang dipromotori oleh Reed Panorama Exhibitions tersebut menggabungkan tiga elemen peluang bisnis, yakni Franchise & License Expo Indonesia 2017, Café & Brasserie Indonesia 2017 dan Retail & Solutions Expo 2017.

General Manager Reed Panorama Exhibitions, James Boey berharap acara ini diharapkan bisa mendongkrak peluang besar industri waralaba, kuliner dan retail.

"Indonesias Biggest Business Expo ini punya peran penting di kawasan ASEAN. Selain itu, telah menyatukan berbagai pemimpin industri dan perwakilan dari berbagai industri, brand ternama, pemilik cafe serta peserta pameran untuk bertemu dan menciptakan peluang bisnis," terangnya saat memberikan sambutan pembukaan pameran ini, Jumat (8/9).

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Levita Supit, mengharapkan ajang pameran ini dapat mendorong para pelaku bisnis waralaba untuk mempromosikan. Selanjutnya terus meningkatkan kualitas produk serta berani bersaing di pasar yang lebih besar, bahkan pasar global.

Levita lanjut menjelaskan, dalam pendanaannya, bisnis waralaba mengalami peningkatan yang cukup baik. Dan mayoritas pelaku usaha berasal dari kalangan anak muda. Selain itu, era digitalisasi tentu mendorong tumbuhnya sektor usaha baru yang harus dapat dimanfaatkan secara cerdas oleh setiap pelaku usaha maupun calon pelaku usaha.

"Tren yang sedang ada adalah digitalisasi yang sangat tinggi, karena permintaan pasar juga makin kuat. Pesan makanan sekarang tidak harus datang, tapi bisa order di aplikasi. Karena itu, pelaku usaha harus antisipasi dengan baik. Itu digitalisasi juga bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk peningkatan mutu layanan," ungkapnya.

Indonesias Biggest Business Expo 2017 ini menghadirkan 450 brand dari 18 negara seperti, Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Korea, India, Tiongkok, Hongkong, Selandia Baru, Australia, Amerika, Finlandia, lepang, Swedia dan ltalia.

Pameran ini melibatkan berbagai asosiasi bisnis seperti, World Franchise Associates (WFA), Perbadanan Nasional Berhad (PNS) Malaysia, Malaysia Retail Chain Association (MRCA), Asosiasi Eksportir Kopi lndonesia (AEKI) dan Asosiasi Kopi Special lndonesia (AKSI) serta lndonesian Latter Art Artist (ILAA).

Jika Anda tertarik menjadi pelaku usaha. Sekaranglah saatnya!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×