kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

Ini alasan Jokowi ogah tambah jalan tol dalam kota


Rabu, 14 November 2012 / 10:57 WIB
ILUSTRASI. Promo Kartu Kredit Citi, Dapatkan Diskon Rp300ribu di Traveloka


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan dirinya tak setuju dengan proyek pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota. "Saya lebih mendorong pembangunan transportasi massal," kata Jokowi, Selasa (13/11).

Jokowi bilang, pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota, hanya memfasilitasi para pemilik mobil pribadi, bukan kepentingan publik secara keseluruhan.

Untuk itu, Ia lebih setuju anggaran untuk pembangunan jalan tol tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas transportasi publik Transjakarta, Kopaja, dan Metro Mini, agar layananya lebih baik lagi.

Selain itu, Mantan Walikota Solo ini bilang, Pemprov DKI akan mendorong proyek pembuatan Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorel. Menurutnya, jika ditambah dengan pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota, maka kemacetan Jakarta bakal tambah parah.

"Dimana-mana bakal ada penggalian dan ruas jalan bisa berkurang," kata Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×