kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.956   109,00   0,61%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

Ini alasan Jokowi ogah tambah jalan tol dalam kota


Rabu, 14 November 2012 / 10:57 WIB
ILUSTRASI. Promo Kartu Kredit Citi, Dapatkan Diskon Rp300ribu di Traveloka


Reporter: Fahriyadi | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan dirinya tak setuju dengan proyek pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota. "Saya lebih mendorong pembangunan transportasi massal," kata Jokowi, Selasa (13/11).

Jokowi bilang, pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota, hanya memfasilitasi para pemilik mobil pribadi, bukan kepentingan publik secara keseluruhan.

Untuk itu, Ia lebih setuju anggaran untuk pembangunan jalan tol tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas transportasi publik Transjakarta, Kopaja, dan Metro Mini, agar layananya lebih baik lagi.

Selain itu, Mantan Walikota Solo ini bilang, Pemprov DKI akan mendorong proyek pembuatan Mass Rapid Transit (MRT) dan Monorel. Menurutnya, jika ditambah dengan pembangunan 6 ruas jalan tol dalam kota, maka kemacetan Jakarta bakal tambah parah.

"Dimana-mana bakal ada penggalian dan ruas jalan bisa berkurang," kata Jokowi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×