kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini dia tablet Android karya tentara Pakistan


Rabu, 22 Februari 2012 / 08:22 WIB
Ini dia tablet Android karya tentara Pakistan
ILUSTRASI. Pekerja Palestina yang tidak bisa melintas ke Israel untuk bekerja, berkumpul di titik perbatasan yang ditutup karena kekhawatiran adanya gelombang kedua Covid-19, di dekat Hebron, Tepi Barat, 29 Juni 2020.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

ISLAMABAD. Militer Pakistan selama ini dikenal ikut menjalani bisnis tanah, pabrik tepung dan gula, hotel, agen perjalanan, bahkan makanan sereal. Kali ini, Angkatan Udara Pakistan memperluas sayap bisnis dengan memproduksi komputer tablet.

Seperti dikutip dari Associated Press, Senin (20/2/2012), tablet ini diberi nama PACPad, yang berjalan dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread dan memiliki bentang layar 7 inci dengan resolusi HD. Kata PAC merupakan singkatan dari Pakistan Aeronautical Complex.

Ide awal pembuatan PACPad bermula ketika militer sedang tidak bekerja membantu pertahanan. Seorang insinyur akhirnya merakit PACPad di Kamra, sebelah utara Pakistan.

Tablet yang hardware-nya didatangkan dari China ini dijual dengan harga 200 dollar AS. PACPad pun diberi garansi selama 1 tahun.

Langkah ini, praktis menuai pro dan kontra dari masyarakat Pakistan. Para pendukung militer mengatakan teknologi tersebut akan meningkatkan perekonomian serta harga diri bangsa agar dapat bersaing dengan negara tetangga, India.

Dalam website resmi PACPad, tertulis tujuan dibuatnya ialah untuk "memperkuat perekonomian nasional melalui komersialisasi."

Kepala Asosiasi Rumah Software Pakistan, Jehan Ara, termasuk salah seorang yang memprotes langkah militer ini. "Meski PACPad terjual miliaran unit, saya tidak bisa memahami alasan militer memproduksinya. Angkatan Udara seharusnya melindungi ruang udara dan perbatasan negara ini," kata Jehan. (Aditya Panji/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×