kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Ini Mitigasi Pertamina terhadap Efek Pelemahan Rupiah


Minggu, 23 Juni 2024 / 15:17 WIB
Ini Mitigasi Pertamina terhadap Efek Pelemahan Rupiah
ILUSTRASI. PT Pertamina (Persero) mengungkapkan mitigasi menghadapi efek pelemahan rupiah.


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina (Persero) mengungkapkan mitigasi menghadapi efek pelemahan rupiah. Rupiah masih dalam tren negatif selama perdagangan pekan ini.

Berdasarkan data Bloomberg, Jumat (21/6), rupiah spot pekan ini ditutup pada level Rp 16.450 per dolar AS, melemah 0,12% dari sehari sebelumnya. Dalam sepekan, rupiah spot melemah sekitar 0,23%.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, upaya mitigasi yang dilakukan Pertamina untuk menghadapi risiko nilai tukar rupiah di antaranya adalah dengan melakukan transaksi lindung nilai valas dan menyeimbangkan aset moneter untuk mengurangi paparan risiko nilai tukar transaksi.

Selain itu, Pertamina juga melakukan upaya renegosiasi terkait kewajiban dalam mata uang dolar menjadi rupiah dan melakukan pembayaran dengan menggunakan Local Currency Settlement (LCS). 

Baca Juga: Pertamina Mempertimbangkan Akuisisi Perusahaan Bioetanol di Brasil

"Bersamaan dengan itu, kami juga terus melakukan berbagai upaya efisiensi biaya operasional melalui cost optimization untuk menjaga kinerja keuangan," kata Fadjar kepada KONTAN, Jumat (21/6).

Fadjar tak merinci bagaimana efek dan pengaruh pelemahan rupiah terhadap kinerja Pertamina. 

Namun, Kontan mencatat bahwa Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini mengatakan kinerja Pertamina sepanjang 2023 dipengaruhi oleh kondisi parameter global yang sangat tidak menentu.

Sebab, berbagai parameter global seperti melemahnya kurs dan penurunan Indonesia Crude Price (ICP) sangat menentukan bagaimana Pertamina bisa survive di tengah ketidakpastian.

Sepanjang 2023, Pertamina melaporkan laba bersih US$ 4,44 miliar atau setara Rp 62 triliun sepanjang 2023, naik 17% atau US$ 3,18 miliar pada 2022. Total laba bersih tersebut untuk entitas induk, sedangkan untuk total laba bersih perusahaan mencapai Rp 72 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Insentif Baru untuk Sektor Migas untuk Dongkrak Produksi

Meskipun kondisi global yang tidak pasti, Pertamina mampu meningkatkan kinerja operasional yang bisa dilihat dari meningkatnya produksi minyak dan gas 8% dari tahun 2022 sebesar 967,4 ribu barel setara minyak per hari (million barrel oil per day/MBOEPD) menjadi 1.044 MBOEPD pada 2023.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×