Reporter: Benedictus Bina Naratama | Editor: Hendra Gunawan
JAKARTA. Sofyan Basir ditunjuk Menteri BUMN sebagai Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Untuk menjawab keraguan publik dalam memimpin perusahaan listrik dari sebelumnya memimpin sebuah bank, Sofyan Basir menegaskan akan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, dari sisi perusahaan, antara BRi dan PLN memiliki kesamaan, salah satunya yaitu memiliki luas cakupan kantor yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebagai tahap awal, pria berperawakan tambun ini mengaku akan memprioritaskan hal-hal yang belum dipenuhi PT PLN sebelumnya. Seperti memenuhi pasokan listrik yang saat ini masih terjadi defisit.
"Ada beberapa hal yang belum terpenuhi, itu yang kami dahulukan untuk tahap awal. Ada direksi yang lama, semoga sinergi ini bisa dibangun. Dengan begitu, rencana jangka pendek, menengah, dan panjang bisa terlaksana," jelasnya, Selasa (23/12).
Sofyan berjanji akan mempelajari setiap permasalahan yang ada di PT PLN agar dapat menentukan keputusan terbaik. Tantangan terberat, kata dia, mengatasi utang PLN yang sedemikian besar, yakni mencapai Rp 417 triliun.
Namun ia yakin, dengan latar belakangnya sebagai bankir, dapat mengatur utang tersebut dan mencari pembiayaan untuk proyek-proyek pembangkit listrik PLN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News