kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Integra Indocabinet (WOOD) Optimistis Ekspor ke AS Tak Terdampak Tarif Trump


Sabtu, 05 April 2025 / 08:04 WIB
Integra Indocabinet (WOOD) Optimistis Ekspor ke AS Tak Terdampak Tarif Trump
ILUSTRASI. Aktivitas produksi mebel PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD).


Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD), emiten produsen furnitur dan komponen bangunan, menegaskan penerapan kebijakan tarif resiprokal yang dikenakan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap ekspor perusahaan ke pasar AS.

Ravenal Arvense, Investor Relations WOOD, menjelaskan bahwa meskipun AS akan mengenakan tarif tambahan sebesar 32% atas produk Indonesia mulai 9 April 2025. 

Berdasarkan hasil analisis mendalam menunjukkan bahwa hampir seluruh produk yang dihasilkan oleh WOOD tercatat dalam daftar produk yang dikecualikan dari kebijakan tarif resiprokal tersebut.

Produk-produk ini tercantum dalam Annex 2, yang berisi daftar HS Code yang tidak akan dikenakan tarif tambahan.

"Setelah kami telaah secara detail, hampir semua produk kami masuk dalam daftar yang dikecualikan dari penerapan kebijakan tarif resiprokal. Oleh karena itu, kami yakin kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan terhadap ekspor kami ke AS," kata Ravenal saat dikonfirmasi KONTAN, Jumat (5/4).

Baca Juga: Integra Indocabinet (WOOD) Bakal Maksimalkan Penjualan Ekspor ke AS di Tahun Ini

WOOD, yang mengekspor furnitur dan komponen bangunan ke berbagai pasar internasional, mencatatkan AS sebagai pasar ekspor terbesar perusahaan, dengan kontribusi lebih dari 50% terhadap total ekspor. Pasar AS untuk furnitur kayu sendiri merupakan yang terbesar di dunia, bahkan lebih besar dari gabungan pasar negara-negara nomor dua hingga lima.

Meskipun begitu, WOOD juga mengungkapkan bahwa pangsa pasar Indonesia dalam ekspor furnitur kayu ke AS masih terbilang kecil, yaitu di bawah 5%. 

Meskipun demikian, potensi pasar di AS masih sangat besar, dan perusahaan optimis bisa mengambil peluang lebih banyak di pasar ini. Selain pasar AS, WOOD juga sedang aktif memperluas pasar di Eropa, khususnya untuk produk flooring.

Dengan strategi ekspansi pasar yang terus dilakukan, perusahaan yakin dapat terus meningkatkan kontribusi ekspor dari pasar-pasar utama seperti AS dan Eropa tanpa terpengaruh secara signifikan oleh kebijakan tarif terbaru dari AS.

"Di tengah tantangan tarif ini, kami tetap fokus untuk memperluas pasar dan memanfaatkan potensi yang ada, terutama di AS dan Eropa, agar dapat terus tumbuh dan bersaing secara global," tutup Ravenal.

 

Selanjutnya: Kena Dampak Tarif Impor AS, Indonesia Bisa Manfaatkan Peluang Ini

Menarik Dibaca: Apple iOS 18.4 Hadir dengan Pembaruan Keren, Apa Saja yang Baru?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×