kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Intiland perluas kawasan industri


Sabtu, 26 Januari 2013 / 10:43 WIB
Intiland perluas kawasan industri
ILUSTRASI. Relawan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan proses pembasahan pada lahan gambut ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj.


Reporter: Ragil Nugroho | Editor: Markus Sumartomjon

JAKARTA. PT Intiland Development Tbk terus berupaya menggenjot setiap lini usaha. Termasuk pendapatan dari penyewaan lahan industri di Ngoro Industrial Park (NIP), Mojokerto, Jawa Timur.

Perusahaan properti ini menargetkan bisa memperoleh pemasukan hingga Rp 240 miliar dari kawasan tersebut. Target ini turun dari pendapatan sewa tahun lalu yang mencapai Rp 250 miliar. "Tahun ini akan ada penurunan pendapatan sewa karena merupakan tahun politik menuju pemilu 2014," kata General Manager Ngoro Industrial Park , Wihadi Hosen, Kamis (24/1).

Meski pendapatan menurun, Intiland tetap berencana mengembangkan NIP. Mereka sudah menganggarkan Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan. Pasalnya di Jawa Timur baru ada tiga kawasan industri. Selain NIP ada juga di Gresik dan Pasuruan.

Tahun ini, Intiland sedang mengembangkan NIP tahap kedua seluas 225 hektar dari 440 hektar lahan yang tersedia. Sudah ada lima investor yang ingin menyewa lokasi untuk pendirian pabrik. Namun Wihadi menolak menyebut nama investor tersebut.

Sejak beroperasi 2002, sudah ada 78 investor di kawasan tersebut. Kebanyakan berasal dari Taiwan, Korea Selatan dan Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×