kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.724   16,00   0,09%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Investor Anyar Bakal Gairahkan Industri Keramik Indonesia


Jumat, 07 Mei 2010 / 09:02 WIB


Reporter: Herlina KD

JAKARTA. Masuknya investor baru di sektor keramik akan bisa meningkatkan produktivitas industri keramik di Indonesia. Sebab, potensi industri keramik di Indonesia masih cukup besar.

"Pasar keramik masih sangat potensial," kata Direktur Jenderal Agro dan Kimia Kementerian Perindustrian Benny Wachjudi.

Ditambah lagi, selama ini, sebagian besar industri keramik masih mengandalkan pasar domestik sebagai pasar utamanya. "Sebanyak 80% produksi untuk memenuhi kebutuhan domestik, sisanya untuk ekspor," kata Benny.

Ketua Asosiasi Industri Keramik Indonesia (ASAKI) Ahmad Wijaya mengatakan tahun ini setidaknya ada dua investor baru yang bakal investasi di Indonesia. Dua investor itu adalah PT Matahari Prima Sukses yang berasal dan Nobel Ceramics yang berasal dari China.

Meski begitu, Benny menambahkan, konsumsi keramik di Indonesia masih sangat mungil. Ia mencontohkan, konsumsi ubin keramik di Indonesia hanya sebesar 1,12 meter persegi per kapita per tahun, bandingkan dengan Malaysia yang sudah mencapai 4 meter persegi per kapita per tahun.

Hingga tahun 2009, total permintaan keramik untuk pasar domestik sebesar 11,55 miliar, yang terdiri dari ubin sebesar Rp 8,81 miliar, alat makan (table ware) Rp 1,92 miliar dan keramik untuk sanitari sebesar Rp 820 juta.

Hingga kuartal I tahun 2010 penjualan industri keramik hanya sebesar Rp 4,2 triliun. Jika dibanding kuartal I 2009 yang sebesar Rp 2,8 triliun, penjualan keramik kuartal I tahun ini naik sekitar 50%.

Dari jumlah penjualan itu sekitar 90% nya dijual ke pasar domestik sedangkan sisanya sebanyak 10% untuk kebutuhan ekspor.Tahun ini, Wijaya menargetkan industri keramik bisa tumbuh sekitar 8% ketimbang tahun lalu.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×