kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.058   58,00   0,32%
  • IDX 5.801   -139,73   -2,35%
  • KOMPAS100 768   -17,85   -2,27%
  • LQ45 579   -9,80   -1,66%
  • ISSI 202   -4,29   -2,08%
  • IDX30 328   -5,61   -1,68%
  • IDXHIDIV20 406   -5,71   -1,38%
  • IDX80 87   -1,72   -1,94%
  • IDXV30 111   -2,52   -2,22%
  • IDXQ30 106   -1,75   -1,62%

Jaga Pasar Ekspor, IMA Minta Birokrasi Tata Kelola Batubara Satu Pintu Dipercepat


Kamis, 04 Juni 2026 / 13:55 WIB
Jaga Pasar Ekspor, IMA Minta Birokrasi Tata Kelola Batubara Satu Pintu Dipercepat
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-COAL (AFP/CN-STR)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) menekankan pentingnya efisiensi birokrasi dalam rencana penerapan tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam strategis melalui sistem satu pintu. 

Langkah ini dinilai krusial agar posisi pasar komoditas batubara Indonesia di kancah global tidak terganggu oleh para kompetitor dari negara lain.

Direktur Eksekutif IMA, Sari Esayanti (Santi) mengungkapkan, proses yang transparan dan cepat menjadi kunci dalam transisi kebijakan ini agar tidak menimbulkan kekosongan pasokan.

Baca Juga: Harga Nikel Tembus US$ 20.000, DEN Sebut Efek Pemotongan RKAB

Menurutnya, ketepatan waktu pengiriman dan kepastian standar kualitas produksi merupakan aspek yang sangat sensitif bagi para pembeli batubara di pasar internasional saat ini.

"Hal ini sangat penting dan jangan sampai ada kekosongan agar pasar batubara Indonesia di tingkat dunia tidak terganggu dan terisi oleh negara lain, mengingat para Customer berbagai Negara juga sangat membutuhkan on time delivery, terjaganya standard kualitas produksi dan komitmen produsen. Ketidakpastian akan faktor- faktor tersebut akan membuat para Customer mengalihkan pasokan ke negara lain," ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (4/6/2026).

Di sisi lain, Santi menilai sistem pelaporan dan pengawasan terintegrasi yang diterapkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selama satu dekade terakhir sejatinya sudah berjalan optimal. 

Menurutnta, sistem tersebut andal dalam mencegah potensi praktik pelarian modal seperti transfer pricing yang memicu fenomena under invoicing pada ekspor batubara.

“Dengan adanya mekanisme pengawasan digital yang terintegrasi dan melibatkan berbagai instansi di yakini sudah berjalan baik. Oleh karena itu, langkah-langkah penegakan hukum yang tegas diperlukan jika didapati pelanggaran, guna menciptakan iklim usaha yang adil dan berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga: Penguatan GCG Dinilai Penting dalam Pengisian Komisaris BUMN dan Anak BUMN

Lebih lanjut, Santi menambahkan, melalui kepastian birokrasi yang cepat, pihaknya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menjaga integritas pasar di masa mendatang. 

Sinergi ini diharapkan mampu memitigasi risiko operasional sekaligus mendorong pertumbuhan kinerja ekspor sektor pertambangan nasional agar tetap kompetitif di tengah dinamika pasar global yang menantang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×