kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jakarta Monorail: ADHI gelembungkan biaya tiang


Rabu, 19 Februari 2014 / 19:12 WIB
Jakarta Monorail: ADHI gelembungkan biaya tiang
ILUSTRASI. Kendaraan melintasi kontruksi tiang pancang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang berjajar di pinggir Jalan Tol Padaleunyi, Kota/Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/3/2021). Tribun Jabar/Gani Kurniawan


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Komisaris Utama PT Jakarta Monorail, Edward Soeryadjaja mengungkapkan mengapa selama ini masalah pembayaran tiang-tiang monorel milik PT. Adhi Karya belum selesai hingga kini.

"Kan dikatakan 193 miliar. Kita oke-oke saja bayar segitu. Tapi dasar harus benar. Dikatakan ada stasiun. Pernah enggak lihat stasiun monorel? Enggak ada. Dalam penilaian mereka ada stasiun senilai 53 miliar. Itu enggak mungkin kami bayarkan. Jadi berarti ada penggelembungan," ujar Edward di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/2/2014).

Edward mengungkapkan, ada cara lain untuk mendapatkan perhitungan yang akurat mengenai biaya tiang-tiang tersebut. Dengan data yang dimiliki Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan tahun 2010, ternyata kerugian hanya Rp 103 miliar.

"Kami cek lagi. Ada metode lain enggak untuk hitung. Mereka bilang ada studi BPKP yang menilai pengeluaran-pengeluaran yang telah terjadi. Maka itu cuma 103 miliar yang harus kami bayar. Itu tahun 2010. Nah kepastian itu harus ada berapa yang harus kami bayar. Walaupun itu negosiasi," ucap Edward.

Selain itu, Edward menegaskan pihaknya membantah bahwa memiliki utang terhadap PT. Adhi Karya. Sebab, hingga kini pihaknya sama sekali belum membayarkan tiang-tiang tersebut.

"Lalu kami dikatakan utang. Jelas pemilik tiang-tiang itu bukan kami. Jadi kami enggak ada utang," kata Edward. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×