kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.958   111,00   0,62%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

STT GDC Perluas Pendanaan Rp8,8 Triliun, Dorong Infrastruktur AI di Indonesia


Rabu, 03 Juni 2026 / 11:31 WIB
STT GDC Perluas Pendanaan Rp8,8 Triliun, Dorong Infrastruktur AI di Indonesia
ILUSTRASI. ST Telemedia Global Data Centers (STT GDC) Indonesia (KONTAN/Amalia Fitri)


Reporter: Muhammad Alief Andri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) memperluas platform pendanaannya di Indonesia dengan nilai mencapai Rp 8,8 triliun atau sekitar US$ 500 juta. Pendanaan ini akan digunakan untuk mendukung pengembangan kampus pusat data STT Jakarta, termasuk proyek STT Jakarta 3.

Ekspansi pendanaan ini sekaligus menandai penerbitan tranche pinjaman hijau (green term loan) pertama STT GDC di Indonesia. Skema pembiayaan ini mencakup fasilitas dua mata uang, yakni rupiah dan dolar AS, guna meningkatkan fleksibilitas pendanaan.

Country Head STT GDC Indonesia Hendrikus Gozali mengatakan, langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam memperkuat infrastruktur digital di Indonesia.

Baca Juga: Jumpstart Raup Investasi Series C dari Japan Fund, Siap Ekspansi Vending Machine

“Transaksi ini memungkinkan kami mendukung ekspansi kampus STT Jakarta sekaligus memperkenalkan pendanaan hijau pertama kami di Indonesia. Ini mencerminkan komitmen jangka panjang kami terhadap pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/6/2026).

Sebagian dana dari tranche hijau akan dialokasikan untuk pembangunan STT Jakarta 3 di Cikarang, Bekasi. Fasilitas ini merupakan bagian dari STT Jakarta Campus yang ditargetkan memiliki kapasitas lebih dari 360 megawatt (MW) setelah beroperasi penuh.

Pusat data tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi generasi baru, termasuk cloud, kecerdasan buatan (AI), dan komputasi berkinerja tinggi. STT Jakarta 3 juga mengusung teknologi pendingin cair (liquid cooling) dan pendingin udara tingkat lanjut guna mengakomodasi beban kerja berdensitas tinggi.

Dari sisi keberlanjutan, fasilitas ini menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,30 serta sertifikasi LEED Gold. Selain itu, sistem pendingin yang digunakan dirancang memiliki potensi pemanasan global (GWP) yang sangat rendah.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan 24.000 Ha Lahan di Jawa Untuk PLTS, DEN: Menarik Buat Investor

Struktur pendanaan dua mata uang ini juga memberikan ruang ekspansi lanjutan tanpa perlu negosiasi ulang secara struktural. Hal ini dinilai penting untuk mengakomodasi pertumbuhan permintaan pusat data yang terus meningkat.

Pendanaan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah bank, yakni Bank OCBC NISP, Bank HSBC Indonesia, dan Bank Negara Indonesia (BNI). OCBC juga bertindak sebagai koordinator utama dalam fasilitas ini, termasuk sebagai koordinator hijau.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×