Reporter: Vina Elvira | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jantra Grupo Indonesia, Tbk (KAQI) melanjutkan agenda ekspansi dengan meluncurkan cabang utama di Gianyar, Bali.
Langkah ini sejalan dengan upaya perusahaan memperluas pangsa pasar di wilayah Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia dengan tingkat mobilitas yang sangat tinggi.
Imam Sujono Direktur Utama Jantra Grupo Indonesia menyatakan optimisme atas ekspansi di Bali. Selanjutnya, perusahaan akan memperkuat kehadiran di wilayah Bogor sebagai bengkel perbaikan kaki-kaki mobil yang terpercaya dan terbesar di Indonesia.
Seiring ekspansi tersebut, KAQI optimistis mampu mencapai pertumbuhan pendapatan hingga 25%-35% pada 2026, dengan net profit margin mencapai 20%-30%.
“Hasil kinerja kuartal I 2026 yang akan kami rilis menggambarkan optimisme ini. Sehingga harapan kami seluruh stakeholders mendapatkan benefit optimal,” ungkap Imam, dalam keterangannya, Senin (20/4).
Baca Juga: Fasilitas Pendidikan Perkuat Daya Tarik Citra Indah City
Di sisi lain, pihaknya juga sedang menjajaki potensi kerja sama dengan industri perbengkelan dari Jepang.
Secara kinerja, emiten spesialis bengkel kaki-kaki mobil dengan brand Jantrakakikaki ini mencatat kinerja operasional yang positif tahun lalu.
Pendapatan KAQI tercatat mencapai Rp 76,84 miliar, tumbuh 33,62% dibandingkan perolehan tahun 2024 yang sebesar Rp57,51 miliar.
Seiring dengan kenaikan pendapatan, laba kotor juga meningkat 19,45% menjadi Rp38,17 miliar dari sebelumnya Rp31,95 miliar.
Setelah dikurangi beban pajak dan pos lainnya, perusahaan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp9,40 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan tipis sebesar 3,11% dari laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp9,12 miliar.
“Struktur pendapatan Perseroan menunjukkan dominasi dari sektor operasional utama, di mana beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp38,67 miliar, atau setara dengan 50,33% dari total pendapatan. Hal ini menunjukkan manajemen biaya yang cukup agresif untuk mendukung pertumbuhan pendapatan sebesar 33,6%,” paparnya.
Total aset KAQI terpantau melonjak 81,79% menjadi Rp137,90 miliar dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp75,85 miliar. Lonjakan ini didorong oleh kenaikan aset tetap neto yang mencapai Rp103,40 miliar.
Kas dan Setara Kas mengalami peningkatan 40,71% menjadi Rp26,63 miliar dari sebelumnya Rp18,93 miliar. Dengan total liabilitas sebesar Rp18,07 miliar serta ekuitas senilaiRp119,83 miliar.
Peningkatan tajam ini terutama dipicu oleh aksi korporasi Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) yang menambah tambahan modal disetor menjadi Rp47,97 miliar dan peningkatan modal saham menjadi Rp51,90 miliar.
Baca Juga: IESR Minta Permendagri 11/2026 Ditunda: Pajak EV Dinilai Ganggu Target Elektrifikasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













