kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.959   -71,00   -0,39%
  • IDX 5.902   155,73   2,71%
  • KOMPAS100 783   23,11   3,04%
  • LQ45 589   20,16   3,54%
  • ISSI 202   4,81   2,44%
  • IDX30 335   12,48   3,87%
  • IDXHIDIV20 413   15,31   3,84%
  • IDX80 88   2,33   2,70%
  • IDXV30 111   2,33   2,15%
  • IDXQ30 108   3,73   3,59%

Japfa belum akan tambah kapasitas produksi


Kamis, 28 April 2016 / 21:37 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Prospek industri pakan ternak masih stagnan. Kelebihan pasokan ayam di dalam negeri menjadi salah satu penyebabnya.

Selain itu, pembatasan impor jagung juga turut membuat industri pakan ternak menahan ekspansi. Kendati begitu, industri pakan ternak tetap dibutuhkan karena tingginya produksi ayam dan permintaan daging ayam yang tetap tinggi.

Senior Vice President, Head and Marketing Sales at Feed Division at PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Budiarto Soebijanto mengatakan, Japfa belum akan menambah kapasitas produksi pabrik pakan mereka yang saat ini mencapai 4,5 juta ton per tahun. Sebab dari kapasitas sebesar itu saja, baru 75% yang dapat direalisasikan tahun 2015 lalu.

"Jadi kami masih memiliki sisa kapasitas produksi," ujar Budiarto kepada KONTAN, Kamis (28/4).

Ia menjelaskan, sisa kapasitas produksi pakan ternak itu tetap stabil kendati memasuki high season, mendekati lebaran atau hari raya besar lainnya, dimana permintaan biasanya meingkat. Untuk memenuhi pasokan pakan ternak dalam negeri sendiri, Japfa tetap menjadikan penyerapan jagung lokal sebagai prioritas.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×