kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.399.000   13.000   0,94%
  • USD/IDR 16.140
  • IDX 7.328   27,17   0,37%
  • KOMPAS100 1.142   4,95   0,44%
  • LQ45 920   5,02   0,55%
  • ISSI 219   0,28   0,13%
  • IDX30 458   2,53   0,56%
  • IDXHIDIV20 549   3,16   0,58%
  • IDX80 129   0,76   0,60%
  • IDXV30 127   0,36   0,29%
  • IDXQ30 155   0,64   0,42%

Jawa Barat Kekurangan Pasokan Gas, Begini Upaya PGN


Rabu, 19 Juni 2024 / 18:24 WIB
Jawa Barat Kekurangan Pasokan Gas, Begini Upaya PGN
ILUSTRASI. Di wilayah Sumselteng dan Jabar terlihat adanya kekurangan pasokan gas yang semakin meningkat


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - BANDUNG. Dampak dari kekurangan pasokan gas di Jawa Barat, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) telah mengirimkan liquefied natural gas (LNG) sebesar 44-45 Billion British Thermal Unit Per Day (BBTUD). Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gas yang terus meningkat di Jawa Barat, dengan PGN berperan sebagai pemasok utama di wilayah tersebut.

Muhammad Anas Pradipta, Group Head Gas & LNG Supply PT Perusahaan Gas Negara (PGN), menyatakan bahwa hingga tanggal 13 Mei 2024, PGN telah menjual LNG kepada konsumen yang ada di Jawa Barat.

"Awalnya kami memproyeksikan penyerapan LNG sekitar 18-20 BBTUD, namun ternyata minat konsumen untuk menggunakan LNG cukup besar, sehingga saat ini estimasi penyerapan LNG sudah mencapai 44-45 BBTUD," ungkapnya dalam Forum Gas Bumi di Bandung, Rabu (19/6).

Untuk mengatasi kekurangan pasokan tahun ini, Anas menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur serta penyediaan LNG untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gas bumi di Indonesia ke depannya.

Baca Juga: Jika Kebijakan Harga Gas Murah Tak Dilanjutkan, Anggaran Subsidi Pupuk Bisa Bengkak

Group Head Gas & LNG Supply PGN, Muhammad Anas Pradipta.

Anas menjelaskan bahwa berdasarkan analisis pasokan dan permintaan, di wilayah Sumselteng dan Jabar terlihat adanya kekurangan pasokan gas yang semakin meningkat dari sebelumnya, dengan defisit mencapai 50 BBTUD pada tahun 2024 dan diperkirakan akan mencapai titik tertinggi pada tahun 2028, mencapai 370 BBTUD.

Lebih lanjut, Anas mengingatkan bahwa jika pasokan gas saat ini tidak mencukupi, akan terjadi kekurangan yang lebih signifikan. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, pasokan gas saat ini masih cukup seimbang dengan permintaan yang ada.

"Oversupply yang sering kali disebutkan akan terjadi hanya pada tahun 2026 dan 2027, namun akan mengalami penurunan," tambah Anas.

Anas menambahkan bahwa dengan asumsi pipa Cirebon-Semarang terhubung pada akhir 2025, kebutuhan akan gas bisa terpenuhi dengan lebih baik.

Selanjutnya: Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) Tebar Dividen US$ 4,78 Juta

Menarik Dibaca: Rupiah Berbalik Menguat di Rp 16.365 per dollar, Simak Prediksi Besok!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×