kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Jelang puasa, harga sayur di Tasikmalaya naik 100%


Kamis, 05 Juni 2014 / 19:24 WIB
ILUSTRASI. Jeruk nipis


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TASIKMALAYA.  Menjelang awal bulan Ramadhan tahun ini harga sayuran di Pasar Induk Cikurubuk, Tasikmalaya, mengalami kenaikan sampai 100 persen dari harga semula. Seperti harga tomat yang mengalami lonjakan harga sampai dua kali lipat akibat pasokan petani berkurang hampir sepekan lalu.

"Sekarang Tomat yang harganya naik tinggi. Awalnya harga per kilogramnya Rp 3.500 menjadi Rp 7.000," jelas Raihan (38), salah seorang pedagang sayur di pasar tersebut, Kamis (5/6/2014).

Selain harga tomat, beberapa jenis sayuran lainnya mengalami kenaikan harga, mulai dari cabe merah, kentang, dan bawang merah. Raihan memperkirakan kenaikan harga akan masih terjadi mendekati jelang bulan puasa akhir Juni nanti.

"Kayaknya naiknya harga akan masih terjadi sampai akhir bulan nanti. Apalagi saat ini stok para pedagang sedikit karena pasokan dari petani berkurang," kata Raihan.

Hal yang sama dikatakan pedagang lain, Imat Ruhimat (45). Menurut dia, kenaikan harga terus terjadi hampir setiap hari menjelang bulan puasa. Harga sayuran saat ini paling tinggi kenaikannya dibanding kebutuhan pokok masyarakat lainnya.

"Kalau sayuran di sini hampir tiap hari mengalami kenaikan harga. Pembeli pun sempat bertanya-tanya harga sudah naik meski bulan puasa beberapa pekan lagi," ungkap dia. (Kontributor Ciamis, Irwan Nugraha)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×