kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Jepang tuduh Sinarmas dan RAPP lakukan dumping


Rabu, 11 Juli 2012 / 16:46 WIB
Jepang tuduh Sinarmas dan RAPP lakukan dumping
ILUSTRASI. Ini tips memilih hewan kurban yang baik, persiapan menyambut Idul Adha 2021. ANTARA FOTO/Fauzan/foc.


Reporter: Handoyo | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku telah menerima petisi dan kuesioner dari otoritas anti dumping Jepang, terkait dugaan dumping kertas fotokopi dari beberapa perusahaan asal Indonesia.

Ernawati, Direktur Pengamanan Perdagangan Kemendag mengatakan, setidaknya ada dua grup perusahaan Indonesia yang dituduh melakukan dumping kertas fotokopi itu. "Saat ini kami sedang melakukan alih bahasa dulu, karena petisi itu memakai bahasa kanji," kata Ernawati, Selasa (11/7).

Lebih lanjut, Erna mengatakan, dua grup perusahaan yang dituduh melakukan dumping oleh otoritas anti dumping Jepang itu antara lain; Sinarmas Group dan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).

Menurut Erna, dalam hal mengantisipasi tuduhan dumping itu, tahap yang akan dilakukan adalah pengisian kuesioner sampai pertengahan Agustus mendatang.

Tuduhan dumping kertas fotokopi oleh Jepang itu, dikhawatirkan membawa dampak bagi ekspor Indonesia. Sebab, ekspor kertas fotokopi ke negara Sakura itu cukup besar. Erna memperkirakan, ekspor kertas fotokopi ke Jepang bisa mencapai US$ 30 miliar.

Sekadar informasi, tuduhan damping kepada perusahaan kertas asal Indonesia itu sudah diterima pemerintah sejak satu Minggu lalu. "Hanya Indonesia saja yang dituduh melakukan dumping," ujar Erna.

Yan Partawijaya, Corporate Secretary Grup Sinarmas mengakui telah diminta Kemendag untuk memberikan informasi seputar tuduhan dumping yang dilakukan otoritas anti dumping Jepang tersebut. "Kami telah diminta untuk memberikan informasi," ujar Yan.

Meski tidak memberi rincian, Yan mengaku akan bekerjasama dengan pemerintah untuk membantah tuduhan dumping tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×