kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 1,05%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jumlah Menara Jadi Pendorong Laba Mitratel (MTEL) Semakin Tebal


Senin, 31 Juli 2023 / 10:55 WIB
 Jumlah Menara Jadi Pendorong Laba Mitratel (MTEL) Semakin Tebal
ILUSTRASI. Jajaran Direksi PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) - KONTAN/Baihaki


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel (MTEL) berhasil meraup laba bersih Rp 1,02 triliun sepanjang paruh pertama 2023. Capaian tersebut meningkat 14,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (year on year/yoy)

Peningkatan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan sebesar 10,8% secara tahunan menjadi Rp 4,13 triliun. Kontribusi terbesar masih dari bisnis tower yang meraih pendapatan Rp 3,76 triliun baik dari tower leasing maupun reseller. Hal ini didorong oleh ekspansi menara yang agresif yang dilakukan perseroan.

Per Juni 2023, anak usaha Telkom ini tercatat telah memiliki 36.719 menara, meningkat 27,6% secara tahunan. MTEL berhasil menambah menara baru sebanyak 1.301 menara. 

Lokasi menara telekomunikasi juga tersebar merata di seluruh nusantara. Bahkan dibandingkan kompetitornya, MTEL sangat dominan di luar pulau Jawa. Sebanyak 15.354 menara berada di Jawa dan 21.365 menara berada di luar Jawa atau sekitar 58% dari total menara. 

Sejalan dengan peningkatan jumlah menara, jumlah tenant meningkat 24,6% secara yoy menjadi 54.718 tenant. Dari sisi tenancy, penambahan tenant di luar jawa sebesar 26%, lebih tinggi dibandingkan di Jawa yang sebesar 22%.

Baca Juga: Moncer, Laba Mitratel (MTEL) Naik 14% Menjadi Rp 1,02 Triliun di Semester I-2023

Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan ukuran usaha atau skala ekonomi menjadi salah satu kunci dalam memenangkan persaingan dalam bisnis menara. "Kami mulai memetik hasil dari ekspansi yang tercermin pendapatan yang tumbuh secara stabil dan berkelanjutan," ujar Teddy, Jumat (28/7).

Teddy menjelaskan ekspansi yang dilakukan MTEL adalah menjadi pengelola menara telekomunikasi yang independen, alias tidak dimiliki oleh salah satu operator telekomunikasi tertentu. Hal ini sekaligus memposisikan MTEL sebagai konsolidator dari kebutuhan menara operator seluler. 

Dampaknya, ekspansi yang dilakukan oleh operator menjadi lebih efisien karena tidak perlu membangun tower baru. Mereka cukup menggunakan tower Mitratel yang sudah ada. Teddy bilang, perseroan optimistis tenancy ratio di luar Jawa akan terus meningkat seiring pertumbuhan dan pemerataan ekonomi yang mendorong operator seluler di Indonesia untuk terus berekspansi.

Bukan hanya dari menara, Mitratel yang mulai bertransformasi menjadi digital infrastructure company juga mendulang pendapatan dari unit bisnis lain, seperti fiber optic to tower. Pada akhir Juni 2023 total aset fiber optic milik Mitratel tercatat 27.269 km, termasuk hasil dari akuisisi fiber sepanjang 6.012 km pada akhir 2022. Hal ini menjadi pendorong penambahan pendapatan sebesar Rp 86 miliar dari bisnis tower fiberization.

MTEL saat ini juga sedang menggarap bisnis Power asa Service (PaaS). Teddy mengatakan model bisnis PaaS ini adalah penyediaan sumber energi baik untuk catu daya utama (main power) maupun sebagai cadangan (BackupPower) keperangkat-perangkat aktif operator telekomunikasi.

Baca Juga: Prospek TOWR Didorong Segmen Non Menara, Intip Rekomendasi Sahamnya

Kombinasi dari pertumbuhan pendapatan dan peningkatan efisiensi mendorong EBITDA Mitratel pada Semester I-2023 mencapai Rp 3,35 triliun, meningkat 16,1% secara yoy. Rasio EBITDA Margin membaik menjadi 81,2% dibandingkan setahun sebelumnya 77,5%.

Jefferies, lembaga investasi global, menilai kinerja MTEL sejalan dengan guidance pertumbuhan perseroan. MTEL sebelumnya memberikan kisaran target pertumbuhan pendapatan dan EBITDA untuk tahun 2023 mencapai 11%.

Sementara itu, BCA Sekuritas telah memberikan catatan singkat setelah publikasi laporan keuangan MTEL. "Laba dan EBITDA Mitratel sejalan dengan ekspetasi kami dan market," kata Fakhrul Arifin analis BCA Sekuritas. 

BCA Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham MTEL dengan target price tidak berubah di Rp 950/ saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung Negotiation For Everyone

[X]
×