kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.528   -2,00   -0,01%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Kadin: Freeport ekspor lebih cepat lebih baik


Rabu, 06 Agustus 2014 / 07:31 WIB
ILUSTRASI. Knight Frank Indonesia sebut performa apartement sewa akan tumbuh perlahan kedepan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/17.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pengusaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyambut baik pelaksanaan ekspor yang didapatkan PT Freeport Indonesia hari ini (6/8). Menurut pihak Kadin ekspor perdana yang dilakukan Freeport setelah beberapa bulan berhenti, bisa memberikan pemasukan uang negara.

"Saya kira bagus, mau melakukan ekspor saya kira tepatlah," ujar Wakil Ketua Umum Kadin bidang perdagangan distribusi, dan logistik Natsir Mansyur kepada tribunnews.com, Selasa (5/8).

Natsir menjelaskan dengan melimpahnya stok vile (barang tambang) di lapangan membuat kegiatan pertambangan tidak bekerja. Hal itu juga membuat para pekerja jadi pengangguran.

"Berdampak kepada PHK pengurangan jam kerja," jelas Natsir.

Menurut Natsir pelarangan ekspor tidak perlu terjadi karena keputusan pemerintah yang kaku. Natsir berharap pemerintah bisa memberikan kelonggaran agar perusahaan tambang membangun pabrik pengolahan (smelter) sembari melakukan ekspor.

"Pemerintah terlalu kaku apalagi kita membangun dana smelter, bank dalam negeri susah memberi pinjaman bangun smelter," jelas Natsir.

Sebelumnya diberitakan tribunnews.com, Freeport akan melakukan ekspor besok, Rabu (6/8/2014). Kementerian ESDM memberikan izin ekspor karena Freeport sepakat dengan renegosiasi kontrak dan memberikan uang jaminan sebesar 115 miliar dollar AS untuk membangun smelter. (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×