kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kamis pekan ini, Chandra Asri (TPIA) resmikan pabrik karet sintetis


Selasa, 27 November 2018 / 20:27 WIB
ILUSTRASI. Peluncuran produk karet sintetis PT Synthetic Rubber Indonesia


Reporter: Agung Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) bakal meresmikan pabrik terbaru yang memproduksi synthetic rubber alias karet sintetis (buatan) di Cilegon. Vice President Corporate Relation Chandra Asri Petrochemical Suhat Miyarso mengatakan, peresmian akan berlangsung Kamis (29/11).

"Setelah diresmikan nanti langsung beroperasi secara komersial," ujar Suhat kepada Kontan.co.id, Selasa (27/11). Lebih lanjut, ia mengatakan, opersional pabrik bakal dilakukan secara bertahap. Pabrik tersebut memiliki kapasitas terpasang mencapai 120.000 ton per tahun.

Di pabrik tersebut terpasang tiga lini produksi yang saat ini semuanya telah selesai melakukan ujicoba operasional. Seperti diketahui, pengelola pabrik karet sintetis ini ialah PT Synthetic Rubber Indonesia.

Synthetic Rubber Indonesia merupakan perusahaan patungan antara anak usaha Chandra Asri yakni PT Styrindo Mono Indonesia dengan Compagnie Financiere Du Groupe Michelin. Styrindo Mono mengempit 45% saham dan Michelin menguasai 55% saham.

Untuk tahap awal ini, serapan produk karet sintetis sepenuhnya untuk kebutuhan ban Michelin. "Untuk sementara semuanya (disuplai) ke Mochelin sampai nanti ada pembeli lainnya," kata Suhat.

Tidak hanya untuk kebutuhan ban saja, beberapa produk karet juga bakal menjadi pasar utama pabrikan ini. Suhat menuturkan, pasar karet sintetis di Indonesia dinilai sangat potensial. Tak hanya pasar di Indonesia, pasar internasional juga diperkirakan memberikan kontribusi yang besar bagi pendapatan perusahaan.

TPIA sebelumnya mengestimasi potensi pendapatan perusahaan dari bisnis karet sintetis mencapai US$ 300 juta per tahunnya. Bisnis ini juga diperkirakan berjalan stabil karena tidak terpengaruh pada kurs rupiah terhadap dollar AS.

Suhat juga mengatakan bahwa bahan baku pabrik karet sintetis ini 100% dari dalam negeri, beberapa bahkan diproduksi Chandra Asri. "Selain itu produk ini juga bakal menyerap karet alam dari dalam negeri sendiri," terangnya.

Sekedar informasi, pabrik karet sintetis itu memakan biaya investasi sebesar US$ 435 juta. Pabrik karet sintetis ini merupakan lini produksi karet buatan pertama di Indonesia, beroperasi di dekat pabrik Chandra Asri sehingga dapat lebih efisien logistiknya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×