kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Karena mahal, penjualan Prius paling banter 20 unit setahun


Rabu, 24 November 2010 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Pameran properti Summarecon Agung


Reporter: Epung Saepudin | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penjualan mobil hybrid buatan Toyota rupanya masih terbilang jari. Tahun ini penjualan mobil Prius itu hanya 20 unit.

Angka penjualan ini tidak jauh dengan tahun lalu. "Kecil banget. Satu bulan satu sama aja nggak jualan," kata Presiden Direktur Toyota Astra Motor Johnny Darmawan, Rabut (24/11).

Johnny mengatakan ketika dibawa ke Indonesia pada 2008 silam, minat konsumen sangat tinggi. Namun, ketika sudah dikasih tahu berapa harganya konsumen mundur karena dianggap terlalu mahal.

Menurut Johnny, harga Prius mahal karena pajak. Bila tidak ada pajak, dia bilang harga mobil ramah lingkungan itu bisa sebesar Rp 350 juta. Karena itu dia berharap ada insentif dari pemerintah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×