Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani memperkirakan, sektor hilirisasi masih menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap target investasi nasional pada 2027 yang dipatok mencapai Rp 2.322 triliun.
Rosan mengatakan, hilirisasi terus memainkan peran penting dalam mendorong realisasi investasi nasional dari tahun ke tahun.
Baca Juga: HAKA Auto Perluas Jaringan BYD ke Jawa, Kalimantan dan Sulawesi
Pada semester I-2026, investasi di sektor hilirisasi mencapai Rp 300,1 triliun atau sekitar 29,7% dari total realisasi investasi.
"Hilirisasi ini ternyata dari tahun ke tahun memainkan peranan yang sangat penting, karena kurang lebih hampir 30%, atau tepatnya 29,7% investasi yang masuk itu berasal dari sektor hilirisasi. Jumlahnya mencapai Rp 300,1 triliun dan tumbuh 6,9%," ujar Rosan dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).
Menurut Rosan, investasi hilirisasi saat ini masih didominasi sektor mineral dengan nilai mencapai Rp 206,5 triliun.
Namun, pemerintah berupaya memperluas pengembangan hilirisasi ke sektor lain, seperti perkebunan, kehutanan, serta minyak dan gas bumi.
Rosan mengatakan, perluasan hilirisasi tersebut penting karena sektor perkebunan dan kehutanan memiliki potensi penyerapan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan hilirisasi mineral.
"Kami mendorong juga tentunya hilirisasi di perkebunan, kehutanan, minyak dan gas bumi karena dari segi penyerapan tenaga kerja, memang kalau investasi hilirisasi di bidang kehutanan, di perkebunan itu penyerapan tenaga kerjanya lebih besar walaupun dari segi nominalnya di bawah angka dari investasi di bidang mineral," katanya.
Baca Juga: HAKA Auto Optimistis Penjualan BYD Tumbuh pada Semester II-2026
Investasi Tumbuh 6,87%
Rosan juga menyebut investasi menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada kuartal II-2026, investasi tumbuh 6,87%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan konsumsi yang mencapai 5,06%.
Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada periode tersebut juga mencapai sekitar 39%, lebih tinggi dibandingkan kisaran normal yang berada di sekitar 28%-29%.
Sementara itu, realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp 1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan (year on year/YoY).
Baca Juga: Jelang Libur Akhir Tahun, Taiwan Bidik 9,16 Juta Perjalanan Wisatawan Indonesia
Realisasi tersebut juga menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja langsung, meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Rosan menegaskan, pemerintah tidak hanya mengejar besarnya nilai investasi, tetapi juga dampak investasi terhadap kesejahteraan masyarakat.
"Angka-angka pertumbuhan ekonomi dan investasi bukanlah tujuan akhir, tapi bagaimana kita bisa menciptakan kesejahteraan rakyat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan lapangan pekerjaan yang baik, yang berkualitas, sekaligus juga memperbaiki kualitas hidup dari masyarakat kita," tegasnya.
Untuk diketahui, pemerintah menetapkan target investasi nasional sebesar Rp 2.322 triliun pada 2027. Target tersebut meningkat 13,8% dibandingkan target tahun sebelumnya.
Rosan menyebut target tersebut merupakan bagian dari sasaran investasi sekitar Rp 13.032 triliun selama periode 2025-2029.
Target investasi lima tahunan tersebut meningkat sekitar 43% dibandingkan total realisasi investasi dalam 10 tahun terakhir.
Baca Juga: PHR Catat Sumur di Lapangan Manggala South Tambah Pasokan Minyak 2.128 BOPD
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
