kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.068   34,00   0,19%
  • IDX 4.986   -199,16   -3,84%
  • KOMPAS100 631   -27,05   -4,11%
  • LQ45 489   -19,73   -3,88%
  • ISSI 172   -7,53   -4,20%
  • IDX30 273   -10,48   -3,70%
  • IDXHIDIV20 357   -9,14   -2,49%
  • IDX80 72   -3,07   -4,08%
  • IDXV30 100   -1,78   -1,74%
  • IDXQ30 90   -3,22   -3,47%

Karhutla Ancam Bisnis UMKM, Pemerintah Diminta Beri Relaksasi Kredit


Senin, 19 Oktober 2026 / 13:39 WIB
Karhutla Ancam Bisnis UMKM, Pemerintah Diminta Beri Relaksasi Kredit
ILUSTRASI. Pemdaman Kebakaran Lahan (BPBD Kalimantan Barat/BPBD Kalimantan Barat)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan tak hanya berdampak terhadap kesehatan dan lingkungan.

Aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah terdampak juga ikut tertekan akibat gangguan mobilitas, distribusi logistik, hingga penurunan daya beli masyarakat.

Pakar UMKM dan Kewirausahaan sekaligus Founder & CEO Wiranesia Foundation Faransyah Jaya atau Coach Faran mengatakan, penanganan karhutla perlu dibarengi dengan mitigasi terhadap dampak ekonomi yang dirasakan pelaku usaha.

Menurut dia, kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dapat menekan omzet UMKM, terutama yang mengandalkan transaksi secara langsung seperti kuliner, ritel dan kerajinan.

"Saat kabut asap melumpuhkan aktivitas harian, omzet UMKM sektor kuliner, ritel, hingga kerajinan daerah ikut merosot drastis. Tanpa intervensi cepat, kita berisiko menghadapi gelombang penurunan daya saing bagi para pelaku usaha di tingkat tapak," ujar Faran dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).

Baca Juga: 2.458 Penerbangan Domestik Terdampak Karhutla, Pendapatan Maskapai Tertekan

Karena itu, ia mendorong pemerintah dan otoritas terkait memberikan relaksasi kepada UMKM yang terdampak. Salah satunya melalui penundaan pembayaran kredit maupun penyesuaian bunga pinjaman, sehingga tekanan arus kas pelaku usaha dapat ditekan selama aktivitas bisnis terganggu.

Di sisi lain, pelaku UMKM juga perlu didorong mempercepat pemanfaatan kanal digital. Penjualan melalui platform digital dan e-commerce dinilai dapat menjadi alternatif ketika aktivitas perdagangan secara fisik terbatas akibat kabut asap.

Faran juga mendorong penguatan konsep kewirausahaan hijau. Pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat lokal dapat berkolaborasi mengembangkan produk UMKM yang mendukung pengelolaan lahan gambut secara berkelanjutan.

Menurut Faran, langkah tersebut penting agar penanganan karhutla tidak berhenti pada pemadaman dan pemulihan lingkungan, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi. Melindungi usaha mereka di tengah krisis iklim adalah bentuk nyata menjaga ketahanan nasional," kata Faran.

Baca Juga: El Nino Ekstrem Ganggu Distribusi Sawit, Petani Kesulitan Jual TBS

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×