Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) mengungkapkan perkembangan aktivitas eksplorasi ketujuh anak usahanya untuk periode Juli 2026.
Perkembangan eksplorasi masing-masing anak usaha tersebut dipaparkan dalam laporan bulanan aktivitas eksplorasi perusahaan, yang dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Selasa (13/10/2026).
Pertama, PT Putra Muba Coal dilaporkan melakukan evaluasi dan rekonsiliasi data litologi dari kegiatan eksplorasi di Pit Bhisma dan Pit Abimanyu pada Juli 2026. Perusahaan tidak mengeluarkan biaya untuk aktivitas eksplorasi pada periode ini dan tak memiliki rencana pengeboran lanjutan pada tahun ini, khususnya setelah kegiatan eksplorasi di kedua area tersebut selesai.
Baca Juga: IATA Ajukan Tambahan RKAB 2 Juta Ton hingga Akhir Tahun 2026, Begini Progresnya
Sementara itu, PT Indonesia Batu Prima Energi melakukan evaluasi dan pembaruan model geologi berdasarkan hasil eksplorasi periode sebelumnya di area prospek bagian barat IUP. Anak usaha ini merencanakan pekerjaan pengeboran eksplorasi stratigrafi sebanyak 11 titik.
Adapun, PT Arthaco Prima Energy melakukan evaluasi dan rekonsiliasi data litologi dari kegiatan eksplorasi yang telah dilaksanakan sejak awal hingga 2023 di Pit Ramba 2 dan rencana perluasan (extend) Pit Ramba 2. Pada kuartal III-2026, perusahaan bakal melanjutkan pengeboran eksplorasi infill di area Pit Ramba 2 extend.
Selanjutnya, PT Titan Prawira Sriwijaya (TPS) melaporkan bahwa pekerjaan eksplorasi di area potensi IUP TPS masih berlangsung. Ke depan, anak usaha ini merencanakan pengeboran eksplorasi stratigrafi sebanyak 14 lubang dengan estimasi kedalaman 1.680 meter dan pengambilan 70 sampel.
Sementara itu, PT Primaraya Energi (PE) belum melakukan pengeboran lanjutan di area potensi IUP PE pada Juli lalu. Namun, perusahaan merencanakan pengeboran eksplorasi stratigrafi sebanyak 33 lubang dengan estimasi kedalaman 3.960 meter dan pengambilan 165 sampel ke depan.
Di sisi lain, PT Energi Inti Bara Pratama dan PT Sriwijaya Energi Persada disebut tidak melakukan kegiatan eksplorasi pada periode pelaporan Juli 2026. Kedua perusahaan ini juga tidak merencanakan aktivitas eksplorasi pada tahun ini.
Secara keseluruhan, ketujuh anak usaha IATA ini melaporkan nihil biaya eksplorasi selama Juli 2026. Meskipun, sejumlah entitas masih merencanakan kegiatan pengeboran eksplorasi lanjutan pada periode berikutnya.
Baca Juga: Karya Pacific (IATA) Siapkan Capex Rp 200 Miliar untuk Bangun Conveyor Pelabuhan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














