kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.783   -127,00   -0,71%
  • IDX 6.365   -44,28   -0,69%
  • KOMPAS100 835   -9,48   -1,12%
  • LQ45 634   -6,17   -0,96%
  • ISSI 221   -1,24   -0,56%
  • IDX30 356   -3,64   -1,01%
  • IDXHIDIV20 434   -4,17   -0,95%
  • IDX80 95   -1,11   -1,15%
  • IDXV30 120   -0,72   -0,60%
  • IDXQ30 113   -1,42   -1,25%

Karya Pacific (IATA) Siapkan Capex Rp 200 Miliar untuk Bangun Conveyor Pelabuhan


Senin, 10 Agustus 2026 / 15:37 WIB
Karya Pacific (IATA) Siapkan Capex Rp 200 Miliar untuk Bangun Conveyor Pelabuhan
ILUSTRASI. Karya Pacific Energy (IATA) (KONTAN/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Karya Pacific Energy Tbk (IATA) terus menggejot pengembangan infrastruktur logistik demi menopang kinerja operasional perseroan. Emiten pertambangan batubara ini menyiapkan belanja modal alias capital expenditure (capex) hingga ratusan miliar yang dialokasikan khusus untuk pengembangan fasilitas conveyor pada area pelabuhan.

Wakil Presiden Direktur IATA, Kahar Chua mengungkapkan, pengalokasian dana belanja modal tersebut dilakukan secara bertahap seiring perkembangan proyek di lapangan. Langkah ini diambil guna memacu efisiensi serta meningkatkan kapasitas muat batubara di areal izin usaha pertambangan (IUP) PT Artacho Prima Energy (APE).

"Untuk capex ini kita sedang masih berkembang ya, karena untuk pelabuhan di APE, di IUP kita, Artako Prima Energi, masih terus lanjut dibangun," ujarnya dalam konferensi pers peluncuran logo terbaru IATA di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: ATI Dorong Model Baru Pembiayaan Jalan Tol, Perbesar Peran Swasta

Kahar menjelaskan bahwa proses konstruksi infrastruktur penunjang di pelabuhan tersebut telah bergulir sejak pertengahan tahun lalu. Pihaknya, memulai dengan merampungkan akses jalan angkut sepanjang 10 kilometer agar proses pengangkutan batubara dapat tetap berjalan optimal dalam berbagai kondisi cuaca.

"Pelabuhan ini kita mulai bangun dari tahun 2025 kemarin di quarter 2 dan di mulai dengan bangun jalannya sepanjang 10 kilometer dalam kondisi all weather. Kemudian kita lanjutkan dengan pembangunan pelabuhannya, yang saat ini sudah berkapasitas mampu menampung batubara sampai 300.000 ton stockpile-nya," jelasnya.

Melalui kesiapan fasilitas daya tampung tersebut, fasilitas pelabuhan milik perseroan dinilai mampu menjaga ritme pengiriman batubara dengan volume yang stabil setiap bulannya. Ke depan, penambahan fasilitas conveyor diharapkan bakal kian mempercepat proses loading batubara langsung ke atas kapal angkut.

"Kemudian untuk kegiatan muat kita satu bulan bisa mencapai angka 300 ribu juga, artinya kalau kita setahun itu minimal 3 juta aman. Tapi tidak hanya berhenti di situ, kita masih tetap memiliki anggaran yang sudah ditetapkan sebelumnya untuk membangun pelabuhan ini menjadi memiliki conveyor," tandasnya.

Lebih lanjut, Kahar menambahkan, total capex yang digelontorkan untuk pengembangan conveyor di pelabuhan tersebut mencapai Rp 200 miliar.

"Nilai yang sudah kita tetapkan itu untuk pembangunan conveyor itu total pelabuhan ya itu sekitar Rp 200 miliar. Jadi sebagian itu sudah kita tahu sebelumnya dan ini masih ada berkelanjutan karena yang unit paling besarnya adalah conveyor-nya," pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Utama IATA, Suryo Eko Hadianto menuturkan, saat ini perusahaan enam konsesi tambang di Sumatera Selatan (Sumsel) yang terus digenjot produksinya.

Baca Juga: MHU Perkuat Komitmen ESG Lewat Transparansi

Dia bilang, saat ini terdapat tiga IUP yang sudah beroperasi, yakni IUP PT Putra Muba Coal (PMC), IUP PT Arthaco Prima Energy (APE), dan IUP PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE).

"Saat ini sumber daya yang kami miliki adalah total 598 juta ton sumber daya. Dan ini yang telah kami convert menuju cadangan adalah 287 juta. Ini adalah cadangan, tentunya cadangan ini kami akan tingkatkan terus dengan berbagai kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan," tuturnya di lokasi yang sama.

Perubahan Logo Perusahaan

Di samping itu, usai berganti nama dari PT MNC Energy Investment Tbk menjadi PT Karya Pacifi Energy Tbk, turut merubah logo perusahaan.

Suryo menegaskan perubahan logo tidak memengaruhi aktivitas operasional maupun komitmen perseroan kepada mitra bisnis, pelanggan, investor, dan kreditur. Penerapan logo baru akan dilakukan secara bertahap pada media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, hingga aset korporasi lainnya.

"Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan Perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, Perseroan optimistis dapat memperkuat kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group pada seluruh kegiatan operasional Perseroan, sehingga meningkatkan efisiensi dan efektivitas usaha. Selain itu, kami terus berkomitmen menciptakan nilai tambah dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," tandasnya.

Baca Juga: MR.D.I.Y. (MDIY) Kebut Ekspansi Gerai, Serap Produksi Kintakun di Segmen Menengah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×