CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

ke bisnis minihidro, HD Capital akan rights issue


Jumat, 27 Oktober 2017 / 19:01 WIB


Reporter: Klaudia Molasiarani | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT HD Capital Tbk berencana melakukan aksi korporasi dengan menerbitkan saham baru atau rights issue untuk mengembangkan bisnis minihidro.

Anong Wicaksono, Direktur PT HD Capital Tbk mengatakan, setelah mengakuisi sekitar 55% saham PT Optima Daya Kapital, perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham HADE ini berencana untuk mengembangkan bisnis stasiun pengisian bahan bakar elpiji (SPBE) dan minihidro.

Hingga saat ini, kata Anong, ekspansi perusahaan ke SPBE sudah mencapai kesepakatan. Nilai akuisisi HADE terhadap PT Optima Daya Kapital berkisar Rp 4 miliar hingga Rp 5 miliar, yang secara khusus akan digunakan untuk mengembangkan bisnis SPBE. 

Sementara bisnis minihidro masih dalam proses di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Karena untuk minihidro, kami berencana melakukan rights issue untuk pendanaannya," ujar Anong kepada Kontan.co.id, Selasa, (24/10).

Target dana yang diincar dari penerbitan saham baru ini sebesar Rp 350 miliar. "Tetapi semua bergantung dari persetujuan dan pertimbangan OJK," ungkap Anong.

Dia menargetkan (Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengenai rights issue serta reverse stock akan selesai pada tanggal 6 November 2017.

Nantinya, secara operasional, pengelolaan SPBE akan dilakukan oleh tiap-tiap manajemen. Adapun HADE mengambil posisi sebagai induk yang bakal menempatkan perwakilan di beberapa titik lokasi SPBE yang ada. Saat ini, pusat operasional SPBE utama hanya ada satu, yakni di Semarang namun tetap berkantor pusat di Jakarta.

"Beberapa titik lain hanya titik distribusi dan saat ini sudah operasional dari kita investasi di sana," ujar Anong.

Anong menambahkan, untuk bisnis minihidro, saat ini pihaknya tengah dalam proses pembangunan untuk minihidro yang berlokasi di Pasuruan, Jawa Timur. Dia menyebut pembangunan tersebut ditargetkan akan selesai pada tahun 2019. Beberapa tempat lain yang nantinya akan dikembangkan untuk bisnis minihidro adalah Palembang. Namun saat ini, perusahaan sedang menunggu proses di PLN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×