kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Kebijakan DP 0% Kredit Motor Berlanjut, PERIKLINDO Soroti Pembiayaan Kendaraan EV


Jumat, 23 Oktober 2026 / 19:51 WIB
Kebijakan DP 0% Kredit Motor Berlanjut, PERIKLINDO Soroti Pembiayaan Kendaraan EV
ILUSTRASI. Industri Multifinance Optimistis Penyaluran Pembiayaan Kendaraan Listrik Terus Bertumbuh (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Genta Disa | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Kebijakan uang muka atau down payment (DP) kredit kendaraan bermotor 0% berlanjut hingga akhir 2027 menjadi salah satu instrumen untuk mendorong penjualan kendaraan listrik. Namun, pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) masih menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan dan nilai jual kembali.

Ketua Bidang Teknologi EV Masa Depan & R&D Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (PERIKLINDO), B. Prabowo Kartoleksono mengatakan, skema pembiayaan kendaraan listrik perlu mendapat perhatian agar konsumen memiliki akses pendanaan yang kompetitif.

Baca Juga: Wannan Inti Teknologi Tawarkan Teknologi Pengolahan Sampah Organik dalam 24 Jam

“Saya tidak melihat BI menyatakan bahwa itu untuk kendaraan bermotor bensin ataupun EV ya. Saya rasa untuk semuanya ya,” ujarnya kepada awak media usai acara Media Briefing PERIKLINDO di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

“Sekarang kebanyakan pendanaan itu masalahnya adalah mereka membedakan. Membedakan bunganya, kalau saya beli mobil bensin, itu bunganya lebih rendah daripada saya beli mobil EV. Atau motor lah gitu ya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembiayaan sepeda motor listrik juga masih menghadapi kendala.

“Motor malah enggak ada pendanaan yang mau kayaknya. Karena mereka selalu berkilah bahwa harga jual kembalinya enggak ada gitu loh,” tambahnya.

Prabowo menilai, pemerintah dan pembuat kebijakan perlu memperhatikan persoalan tersebut untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.

Di sisi lain, Prabowo optimistis tren kendaraan listrik roda empat akan terus meningkat. Salah satu pendorongnya adalah penghematan biaya energi yang dapat dirasakan langsung oleh konsumen.

“Roda empat saya pikir trennya tidak akan terbendung ya. Dia akan naik terus. Kenapa? Karena itu langsung kena untuk semua orang yang membeli kendaraan listrik atau akan membeli kendaraan listrik, efeknya akan terasa. Saving dari pengeluaran biaya energinya,” katanya.

Ia mencontohkan, biaya bensin Pertalite sekitar Rp 10.000 per liter, sedangkan biaya untuk penggunaan kendaraan listrik sekitar Rp 1.700.

Dengan biaya operasional yang lebih rendah, konsumen memiliki pertimbangan ekonomi untuk memilih kendaraan listrik.

Baca Juga: AISI Harap DP 0% Kredit Motor Topang Permintaan di Tengah Pelemahan Daya Beli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×