kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.542   42,00   0,24%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kebijakan Jokowi menurut Sofjan Wanandi


Rabu, 21 Agustus 2013 / 10:56 WIB
ILUSTRASI. Nonton Boruto Episode 242, Streaming di iQIYI, Viu, WeTV, Bstation/Bilibili


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berencana menjadikan Jakarta sebagai pusat industri jasa dan perdagangan. Namun, hal tersebut dinilai tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan, saat ini belum ada perusahaan di luar Jakarta yang bisa menampung. Pemerintah pun belum bisa menjamin pekerjaan mantan buruh yang terkena PHK.

"Service industry itu paling baik (untuk perkotaan seperti Jakarta), tapi kan itu enggak mungkin (diserap semua). Berapa lapangan pekerjaan di service industry yang bisa disediakan Jakarta?" lanjut dia.

Terlebih lagi, menurut Sofjan, lapangan pekerjaan di bidang konstruksi di mana masa kerjanya hanya selama proyek pembangunan, tidak seumur hidup. Oleh karena itu, ia khawatir pemda yang terkesan terburu-buru "mengusir" industri manufaktur justru memunculkan masalah baru, pengangguran.

"Jadi TKI? Kita enggak bisa apa-apa karena tenaga kerja kita unskilled, kecuali pekerjaan-pekerjaan itu bisa Jokowi sediakan, seperti pertamanan Jakarta, ngurusin macem-macem, atau jadi (pedagang) kaki lima," kata Sofjan. (Estu Suryowati/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×