kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Kebijakan Non Tarif Sulitkan Ekspor Makanan ke China


Minggu, 04 Juli 2010 / 23:04 WIB


Reporter: Herlina KD

JAKARTA. Ekspor makanan ke olahan ke China terganjal oleh beberapa hal. Misalnya, ada beberapa kebijakan non tarif yang menyulitkan eksportir Indonesia.

"Salah satunya adalah wajib verifikasi kandungan bakteri jenis makanan tertentu," kata Chieff Executive Officer Garudafood Sudhamek Agung Waspodo Sunjoto.

Toh, tahun ini, nilai ekspor produk makanan dari Indonesia ke China naik tajam. Sebut saja, bubuk coklat, biskuit, produk olahan kelapa dan beberapa produk ikan.

Nilai ekspor bubuk coklat (cocoa powder) selama Januari-April 2010 lalu mencapai US$ 4,62 juta, naik 289,17% ketimbang periode sama tahun lalu. Pada periode sama, nilai ekspor biskuit dari Indonesia ke China juga melejit 220,41% menjadi US$ 3,22 juta. Sementara nilai ekspor produk olahan kelapa naik 21,54% menjadi US$ 330.000.

Adapun produk ikan yang diekspor ke China, antara lain ikan beku yang nilai ekspornya mencapai US$ 2,02 juta.

Nilai ekspor beberapa produk makanan ini memang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai impor komoditas tambang ke China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×