kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Kebijakan Non Tarif Sulitkan Ekspor Makanan ke China


Minggu, 04 Juli 2010 / 23:04 WIB

Kebijakan Non Tarif Sulitkan Ekspor Makanan ke China

JAKARTA. Ekspor makanan ke olahan ke China terganjal oleh beberapa hal. Misalnya, ada beberapa kebijakan non tarif yang menyulitkan eksportir Indonesia.

"Salah satunya adalah wajib verifikasi kandungan bakteri jenis makanan tertentu," kata Chieff Executive Officer Garudafood Sudhamek Agung Waspodo Sunjoto.

Toh, tahun ini, nilai ekspor produk makanan dari Indonesia ke China naik tajam. Sebut saja, bubuk coklat, biskuit, produk olahan kelapa dan beberapa produk ikan.

Nilai ekspor bubuk coklat (cocoa powder) selama Januari-April 2010 lalu mencapai US$ 4,62 juta, naik 289,17% ketimbang periode sama tahun lalu. Pada periode sama, nilai ekspor biskuit dari Indonesia ke China juga melejit 220,41% menjadi US$ 3,22 juta. Sementara nilai ekspor produk olahan kelapa naik 21,54% menjadi US$ 330.000.

Adapun produk ikan yang diekspor ke China, antara lain ikan beku yang nilai ekspornya mencapai US$ 2,02 juta.

Nilai ekspor beberapa produk makanan ini memang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai impor komoditas tambang ke China.


Reporter: Herlina KD
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0022 || diagnostic_web = 0.1476

Close [X]
×