kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 16.995   46,00   0,27%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Kebijakan Non Tarif Sulitkan Ekspor Makanan ke China


Minggu, 04 Juli 2010 / 23:04 WIB
Kebijakan Non Tarif Sulitkan Ekspor Makanan ke China


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Ekspor makanan ke olahan ke China terganjal oleh beberapa hal. Misalnya, ada beberapa kebijakan non tarif yang menyulitkan eksportir Indonesia.

"Salah satunya adalah wajib verifikasi kandungan bakteri jenis makanan tertentu," kata Chieff Executive Officer Garudafood Sudhamek Agung Waspodo Sunjoto.

Toh, tahun ini, nilai ekspor produk makanan dari Indonesia ke China naik tajam. Sebut saja, bubuk coklat, biskuit, produk olahan kelapa dan beberapa produk ikan.

Nilai ekspor bubuk coklat (cocoa powder) selama Januari-April 2010 lalu mencapai US$ 4,62 juta, naik 289,17% ketimbang periode sama tahun lalu. Pada periode sama, nilai ekspor biskuit dari Indonesia ke China juga melejit 220,41% menjadi US$ 3,22 juta. Sementara nilai ekspor produk olahan kelapa naik 21,54% menjadi US$ 330.000.

Adapun produk ikan yang diekspor ke China, antara lain ikan beku yang nilai ekspornya mencapai US$ 2,02 juta.

Nilai ekspor beberapa produk makanan ini memang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan nilai impor komoditas tambang ke China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×