Penulis: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Perdagangan (Kemendag) menetapkan harga patokan ekspor (HPE) emas turun untuk periode pertama Juli 2026, seiring harga referensi (HR) komoditas tersebut yang juga merosot.
Pada periode ini, HPE emas turun 5,36% ke US$ 135.512,62 per kilogram (kg) dari US$ 143.190,64 per kg pada periode kedua Juni 2026. HR emas juga turun menjadi US$ 4.214,92 per ons troi dari US$ 4.453,73 per ons troi.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana menjelaskan bahwa selama periode pengumpulan data, penurunan HPE dan HR emas pada periode pertama Juli 2026 terjadi akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Baca Juga: Harga Referensi CPO Turun 2,78% pada Periode Juli 2026
Hal ini disebut mendorong investor mengalihkan investasinya dari emas ke instrumen keuangan dengan potensi imbal hasil yang lebih menarik.
“Selain itu, kebijakan suku bunga yang masih berada pada level tinggi turut menekan harga emas karena emas tidak memberikan imbal hasil berupa bunga maupun dividen. Sehingga, investor cenderung beralih ke instrumen investasi berbunga yang menawarkan tingkat pengembalian lebih pasti,” jelas Tommy dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
Dia menambahkan, peralihan investasi tersebut berdampak pada melemahnya permintaan emas di pasar global.
Sementara itu, Tommy mengatakan, pasokan emas yang tetap terjaga di tengah penurunan permintaan memicu koreksi harga emas di pasar internasional dan berdampak pada turunnya HPE serta HR emas.
Ketentuan ini ditetapkan dalam “Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1505 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar”. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 1–14 Juli 2026.
Tommy bilang, HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Baca Juga: Mitratel (MTEL) Bidik Kinerja Moncer di 2026, Begini Strategi Barunya
“Penetapan HPE dan HR emas merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga dengan mempertimbangkan berbagai data, informasi, termasuk masukan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian," ujar Tommy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














