kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Kemenperin: Kenaikan Harga Solar Berpotensi Geser Preferensi Konsumen Otomotif


Selasa, 21 April 2026 / 18:33 WIB
Kemenperin: Kenaikan Harga Solar Berpotensi Geser Preferensi Konsumen Otomotif
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (KONTAN/Diki Mardiansyah.)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, dinilai berpotensi mempengaruhi pasar otomotif nasional. Namun, pemerintah meyakini pelaku industri telah menyiapkan strategi untuk meredam dampaknya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kenaikan harga BBM merupakan konsekuensi dari dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang mendorong lonjakan harga energi.

“Memang suka tidak suka harga bahan bakar kita sedang naik akibat dari perang, dan kita harapkan ini tidak berlangsung lama karena solar berbasis harga pasar,” ujarnya ditemui di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Kenaikan Harga Material Tekan Margin Proyek, Adhi Karya (ADHI) Siapkan Mitigasi

Agus menilai, kondisi tersebut tidak hanya dihadapi Indonesia, melainkan juga terjadi secara global. Oleh karena itu, industri otomotif diyakini telah memiliki langkah antisipatif untuk menjaga kinerja penjualan.

Menurut Politikus Golkar ini, pelaku industri sudah menyiapkan berbagai strategi mitigasi terhadap kenaikan biaya, termasuk dampak dari naiknya harga solar yang banyak digunakan kendaraan berbasis diesel.

Selain itu, Agus juga membuka peluang terjadinya pergeseran preferensi konsumen sebagai respons terhadap kenaikan harga BBM. Ia menilai hal tersebut merupakan mekanisme pasar yang wajar.

"Kalau ada shift, preferensi dari market itu juga suatu hal yang wajar lah. Wajar saja, misalnya sekarang market lebih mengarah kepada mobil listrik ya akibat dari isu ketahanan energi, isu harga BBM naik, itu suatu hal yang wajar dalam mekanisme pasar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×