kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Kemenperin: Kenaikan Harga Solar Berpotensi Geser Preferensi Konsumen Otomotif


Selasa, 21 April 2026 / 18:33 WIB
Kemenperin: Kenaikan Harga Solar Berpotensi Geser Preferensi Konsumen Otomotif
ILUSTRASI. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (KONTAN/Diki Mardiansyah.)


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, dinilai berpotensi mempengaruhi pasar otomotif nasional. Namun, pemerintah meyakini pelaku industri telah menyiapkan strategi untuk meredam dampaknya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, kenaikan harga BBM merupakan konsekuensi dari dinamika global, termasuk konflik geopolitik yang mendorong lonjakan harga energi.

“Memang suka tidak suka harga bahan bakar kita sedang naik akibat dari perang, dan kita harapkan ini tidak berlangsung lama karena solar berbasis harga pasar,” ujarnya ditemui di Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Baca Juga: Kenaikan Harga Material Tekan Margin Proyek, Adhi Karya (ADHI) Siapkan Mitigasi

Agus menilai, kondisi tersebut tidak hanya dihadapi Indonesia, melainkan juga terjadi secara global. Oleh karena itu, industri otomotif diyakini telah memiliki langkah antisipatif untuk menjaga kinerja penjualan.

Menurut Politikus Golkar ini, pelaku industri sudah menyiapkan berbagai strategi mitigasi terhadap kenaikan biaya, termasuk dampak dari naiknya harga solar yang banyak digunakan kendaraan berbasis diesel.

Selain itu, Agus juga membuka peluang terjadinya pergeseran preferensi konsumen sebagai respons terhadap kenaikan harga BBM. Ia menilai hal tersebut merupakan mekanisme pasar yang wajar.

"Kalau ada shift, preferensi dari market itu juga suatu hal yang wajar lah. Wajar saja, misalnya sekarang market lebih mengarah kepada mobil listrik ya akibat dari isu ketahanan energi, isu harga BBM naik, itu suatu hal yang wajar dalam mekanisme pasar," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×