Reporter: Vina Elvira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan harga bahan baku akibat lonjakan harga bahan bakar dan pelemahan nilai tukar rupiah mulai membayangi kinerja PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) pada 2026.
Kondisi ini berpotensi menekan margin proyek, seiring meningkatnya biaya material di hampir seluruh lini pekerjaan konstruksi.
Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, mengungkapkan bahwa dampak kenaikan harga bahan baku sudah mulai dirasakan di proyek-proyek berjalan. Saat ini sebagian besar proyek sudah mengirimkan notifikasi kepada owner terkait potensi dampak tersebut.
Pihaknya telah mengkaji risiko dan menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menjaga kinerja tetap terjaga. Salah satunya mengusulkan klausul eskalasi dalam kontrak, khususnya untuk material yang sensitif terhadap perubahan harga akibat faktor geopolitik.
Baca Juga: Konflik Iran Picu Harga BBM Naik, Industri Dipastikan Tak Pakai Subsidi
Selain itu, ADHI juga menerapkan strategi diversifikasi pemasok atau multi-vendor guna mengurangi ketergantungan pada satu pihak. Perusahaan turut menjaga ketersediaan material melalui buffer stock, serta mengoptimalkan penggunaan pemasok lokal untuk menekan risiko dari fluktuasi nilai tukar.
“Melalui local sourcing strategy, kami berupaya mengurangi ketergantungan impor sehingga risiko kenaikan kurs dolar bisa ditekan,” ungkap Rozi, kepada Kontan.co.id, Senin (20/4/2026).
Di tengah tantangan tersebut, ADHI mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 4,7 triliun hingga Maret 2026. Kontrak tersebut didominasi oleh lini Engineering & Konstruksi sebesar 95%, diikuti manufaktur dan properti masing-masing 2%, serta investasi dan konsesi 1%.
Berdasarkan sumber pendanaan, proyek yang digarap mayoritas berasal dari pemerintah sebesar 76%, disusul BUMN 22%, dan swasta 2%. Sementara dari sisi jenis pekerjaan, proyek jalan dan jembatan berkontribusi 38%, infrastruktur sumber daya air 32%, serta sarana perhubungan 14%.
Baca Juga: Simak Strategi Bisnis Mitratel (MTEL) Tahun Ini, Genjot Akuisisi dan Ekspansi
Ke depan, ADHI masih akan mengandalkan proyek dari pemerintah dan BUMN sebagai sumber utama pertumbuhan. Untuk mencapainya, manajemen menyiapkan sejumlah strategi, antara lain memastikan target proyek yang disasar adalah Proyek yang relevan dengan program pemerintah dan proyek strategis nasional yang bersumber dana APBN.
Perusahaan juga melakukan Penetrasi Pasar ke Proyek BUMN yang berkaitan dengan program nasional, terutama Program hilirisasi Energi, serta menargetkan proyek strategis yang di danai oleh Danantara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













