kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.160   7,00   0,04%
  • IDX 4.958   -139,12   -2,73%
  • KOMPAS100 637   -19,71   -3,00%
  • LQ45 504   -13,64   -2,63%
  • ISSI 165   -4,96   -2,91%
  • IDX30 283   -7,80   -2,68%
  • IDXHIDIV20 381   -10,02   -2,56%
  • IDX80 74   -2,20   -2,91%
  • IDXV30 106   -2,76   -2,53%
  • IDXQ30 95   -2,54   -2,60%

Kementan Garap 10.000 Hektare Lahan Kering untuk Pengembangan Hortikultura


Selasa, 03 November 2026 / 10:54 WIB
Kementan Garap 10.000 Hektare Lahan Kering untuk Pengembangan Hortikultura
ILUSTRASI. Target Pertanian Kota (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan potensi lahan kering untuk pengembangan hortikultura melalui proyek Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP). 

Program yang bekerja sama dengan Asian Development Bank (ADB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) ini menyasar 13 kabupaten di tujuh provinsi.

Proyek yang berlangsung pada 2024–2029 tersebut menargetkan pengembangan hortikultura seluas 10.000 hektare melalui 1.000 klaster dengan melibatkan 25.000 petani.

Baca Juga: El Nino Hantam 35.000 Hektare Lahan, Pemerintah Pastikan Pangan Aman

Direktur Pelindungan Hortikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Leli Nuryati, mengatakan program ini bertujuan mengoptimalkan lahan kering yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal untuk budidaya hortikultura.

Berdasarkan data Kementan, potensi lahan kering di Indonesia mencapai 144,31 juta hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 91,53 juta hektare berpotensi untuk pertanian. Sebanyak 53,59 juta hektare di antaranya cocok untuk budidaya buah-buahan dan 1,09 juta hektare untuk sayuran dataran tinggi.

Komoditas yang dikembangkan dalam HDDAP meliputi buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat, seperti cabai, bawang merah, kentang, alpukat, pisang, jeruk, mangga, hingga jahe.

Selain pengembangan kawasan, Kementan memperkuat perlindungan tanaman melalui peningkatan kapasitas petugas pengamat organisme pengganggu tumbuhan (POPT), penyediaan sarana perlindungan, serta penerapan pengendalian hama terpadu (PHT) yang ramah lingkungan.

Baca Juga: BNPB Catat 11.202 Hektare Lahan Terbakar akibat Karhutla di Kalimantan

"Keberhasilan perlindungan hortikultura dalam HDDAP sangat bergantung pada peran POPT sebagai pendamping teknis petani," ujar Leli dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Di sisi perbenihan, Direktur Perbenihan Hortikultura Kementan Muhammad Agung Sunusi mengatakan pemerintah akan memperkuat sistem produksi benih dari hulu hingga hilir.

Langkah ini mencakup penguatan balai benih, penangkar, pengawasan benih, serta kelembagaan ekonomi petani.

Salah satu pelaksanaannya dilakukan melalui Kelompok Tani Adhi Guna Farm di Wonosobo, Jawa Tengah, yang dipercaya memproduksi benih kentang untuk petani peserta HDDAP.

Baca Juga: Indonesia Masih Punya 12,3 Juta Hektare Lahan Kritis, Ini Target Pemulihannya

Penguatan penangkar lokal diharapkan mempermudah petani memperoleh benih bermutu dengan harga terjangkau sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×