kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kementerian ESDM: SPKLU Mobil EV Ada 4.892 Unit, Target Tembus 62.918 Unit pada 2030


Jumat, 08 Mei 2026 / 15:01 WIB
Kementerian ESDM: SPKLU Mobil EV Ada 4.892 Unit, Target Tembus 62.918 Unit pada 2030
ILUSTRASI. H+2 Lebaran, PLN Catat 18.088 Transaksi SPKLU (Dok/PT PLN (Persero))


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong ekosistem kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) melalui penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Koordinator Pelayanan Usaha Ketenagalistrikan Ditjen Gatrik, Ferry Triansyah mengungkapkan bahwa hingga Mei 2026, SPKLU roda empat di Indonesia tercatat sekitar 4.892 unit. Pemerintah menargetkan pertumbuhan SPKLU roda empat pada tahun 2030 bisa mencapai 62.918 unit.

Salah satu upaya untuk mendorong pengembangan ekosistem EV dilakukan melalui Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia (ENTREV). Project board meeting ENTREV pertama tahun 2026 telah dibuka pada Kamis (7/5/2026).

Baca Juga: Akumindo Desak Insentif Ongkir Saat Marketplace Naikkan Tarif Logistik Penjual

ENTREV merupakan program kerja sama antara Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM dan United Nations Development Programme (UNDP) untuk mempercepat transisi menuju kendaraan listrik. Program ini bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca melalui penguatan ekosistem kendaraan listrik dan pembangunan SPKLU di Indonesia. 

Percepatan kendaraan listrik terus dilakukan melalui kolaborasi pengembangan infrastruktur pengisian listrik untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Pilot project dilakukan di tiga provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.

Selain pilot percontohan, proyek ENTREV telah melakukan replikasi di enam kota pada enam provinsi, yaitu Yogyakarta, Surabaya, Medan, Makassar, Banjarmasin, dan Serang. Proyek ENTREV telah melaksanakan sosialisasi KBLBB di enam kota tersebut dan saat ini tengah menyelenggarakan pelatihan serta sertifikasi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). 

Head of Environment Unit UNDP Indonesia, Aretha Aprilia, menyoroti dinamika geopolitik dan gangguan rantai pasok energi global menjadi pengingat bahwa transisi menuju kendaraan listrik bukan hanya untuk perlindungan lingkungan, namun juga langkah strategis mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Proyek ENTREV sudah memainkan peran penting sebagai enabler dan juga katalisator. Pada kuartal pertama di 2025, proyek ini telah menjalani MTR (Mid-Term Review) yang menegaskan bahwa project ENTREV masih tetap sangat relevan dengan tujuan transisi kendaraan listrik nasional Indonesia,” jelas Aretha.

Baca Juga: Pertamax Tak Naik, Segini Perkiraan Harga Keekonomiannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×