kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.080   -31,00   -0,17%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

Kementerian ESDM tugaskan PLN ganti diesel dengan CPO untuk PLTD


Selasa, 09 Oktober 2018 / 16:48 WIB
ILUSTRASI. Perawatan Instalasi Listrik


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berusaha untuk mencapai target bauran energi Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan salah satu caranya dengan menugaskan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)/PLN untuk mengganti penggunaan diesel dengan CPO untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana mengatakan pemerintah telah menetapkan target PLTD yang mengkonversi diesel mejadi CPo bisa mencapai 1,5 gigawatt (GW) hingga 1,8 GW PLTD. Diharapkan kebijakan pemerintah ini bisa dijalankan dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

"Pemerintah sudah menugaskan PLN untuk konversi semua dieselnya ke CPO. Berapa targetnya, kurang lebih 1,5-1,8 GW dan itu sudah diketok, sepanjang harga CPO nya tidak lebih mahal dari biodiesel,"kata Rida, Selasa (9/10).

Sementara, Direktur Bioenergi, Andriah Feby Misna mengungkapkan, penggunaan CPO ini memang lebih murah ketimbang FAME. FAME merupakan bahan baku yang digunakan untuk campuran biodiesel. "FAME itu produk olahan dari CPO. Kalau ada mesin yang copatible langsung dengan CPO, mengapa diolah lagi jadi FAME, Jatuhnya lebih mahal kan?," ungkap Feby.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×