kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Implementasi EPR untuk Percepat Ekonomi Sirkular


Selasa, 30 Juni 2026 / 20:17 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup Perkuat Implementasi EPR untuk Percepat Ekonomi Sirkular
ILUSTRASI. Kementerian LH Perkuat Implementasi EPR untuk Percepat Ekonomi Sirkular (KONTAN/Leni Wandira)


Reporter: Leni Wandira | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) terus memperkuat implementasi Extended Producer Responsibility(EPR) sebagai salah satu instrumen untuk mempercepat penerapan ekonomi sirkular di Indonesia. 

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah mendorong produsen mengambil tanggung jawab lebih besar terhadap pengelolaan kemasan pascakonsumsi guna mendukung target pengurangan sampah nasional.

Direktur Ekonomi Sirkular dan Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup, Agus Rusly mengatakan transformasi pengelolaan sampah dari sistem linear menuju ekonomi sirkular menjadi langkah penting untuk menjawab tantangan pengelolaan sampah di Indonesia. 

Menurutnya, keberhasilan implementasi EPR membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, organisasi pengelola sampah, hingga masyarakat.

"Indonesia terus memperkuat transformasi pengelolaan sampah dari pendekatan linear menuju ekonomi sirkular yang menempatkan sampah sebagai sumber daya yang masih memiliki nilai. Implementasi EPR menjadi instrumen penting untuk memastikan produsen turut bertanggung jawab terhadap kemasan pascakonsumsi yang mereka hasilkan," ujar Agus dalam diskusi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Menteri LH: Teknologi Bersih dan Ekonomi Sirkular Jadi Kunci Industri Berkelanjutan

Merespons kebijakan tersebut, PT Heinz ABC Indonesia menyatakan terus memperkuat implementasi ekonomi sirkular melalui kolaborasi dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO). Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan perusahaan terhadap penerapan EPR yang diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 75 Tahun 2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah oleh Produsen.

General Counsel and Head of Corporate Affairs PT Heinz ABC Indonesia Mira Buanawati mengatakan pengelolaan sampah kemasan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Menurutnya, keterlibatan pemerintah, industri, organisasi pengelola sampah, hingga masyarakat menjadi faktor penting untuk membangun sistem pengelolaan kemasan pascakonsumsi yang berkelanjutan.

"ABC Indonesia mendukung agenda nasional dalam implementasi EPR dan ekonomi sirkular di Indonesia. Salah satunya melalui kemitraan dengan Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO) sebagai platform kolaborasi produsen dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi," ujar Mira.

Ia menambahkan, melalui kemitraan tersebut perusahaan berharap semakin banyak kemasan pascakonsumsi yang dapat kembali masuk ke rantai daur ulang sehingga mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.

Baca Juga: Mayora Perkuat Ekonomi Sirkular Lewat Pengelolaan Sampah Plastik di IKN

Sementara itu, General Manager Indonesia Packaging Recovery Organization (IPRO), Reza Andreanto mengatakan implementasi EPR secara kolektif dapat memperkuat sistem pengumpulan dan pemulihan kemasan pascakonsumsi. 

Menurutnya, semakin banyak kemasan yang berhasil dikumpulkan dan didaur ulang, semakin kecil pula potensi sampah yang berakhir di lingkungan maupun tempat pemrosesan akhir.

"Semakin banyak kemasan yang berhasil dipulihkan, semakin berkurang pula beban kebocoran pengelolaan sampah yang terjadi pada lingkungan dan tempat pembuangan akhir," ujarnya.

Di sisi lain, Founder Kita Olah Indonesia Andriansyah menilai ekonomi sirkular juga menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Menurutnya, kegiatan pengumpulan material daur ulang tidak hanya membantu mengurangi sampah, tetapi juga membuka peluang usaha bagi komunitas pengelola sampah, pengepul, hingga pelaku industri daur ulang.

Baca Juga: Lautan Luas (LTLS) Perkuat Implementasi Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×