Reporter: Leni Wandira | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menegaskan, penerapan teknologi bersih dan ekonomi sirkular menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan sektor industri, termasuk pertambangan.
Menurut Jumhur, dunia usaha memiliki peran strategis dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: PRJ 2026 Jadi Ajang Perusahaan Elektronik Menggenjot Penjualan
Dalam pembukaan International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Indo Envirotech) 2026, Jumhur mengatakan teknologi harus menjadi bagian dari solusi nyata untuk meningkatkan kinerja lingkungan industri.
"Dunia usaha memiliki peran penting dalam menerapkan teknologi bersih, meningkatkan kepatuhan lingkungan, dan mempercepat ekonomi sirkular," ujar Jumhur dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).
Ia menambahkan, inovasi yang dikembangkan sektor industri harus mampu memberikan manfaat konkret bagi lingkungan sekaligus membantu perusahaan memenuhi kewajiban pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
"Teknologi harus membantu industri memenuhi kewajiban lingkungannya," katanya.
Menurut Jumhur, melalui pameran, forum diskusi, coaching clinic, workshop, hingga business matching, Indo Envirotech menjadi wadah untuk menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi dunia usaha.
Baca Juga: Kopi Indonesia Raup Potensi Transaksi Rp 593,3 Miliar di World of Coffee 2026 AS
Perusahaan Tambang Terapkan Ekonomi Sirkular
Sejumlah perusahaan tambang nasional mulai menunjukkan implementasi konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), misalnya, menjalankan Program Bank Sampah Pintar yang mengintegrasikan pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui sistem pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan yang terstruktur.
Melalui program tersebut, sampah yang dikumpulkan masyarakat dapat dikonversi menjadi tabungan emas Logam Mulia.
Sementara itu, sampah organik diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti kompos, kasgot, biocleaner, dan maggot.
Sepanjang 2025, program tersebut berhasil menyerap sekitar 63 ton sampah anorganik yang berkontribusi pada pengurangan limbah di lingkungan sekitar.
Baca Juga: Bahlil Usul Anggaran Pengadaan Kompor Listrik Rp 815,56 Miliar pada Tahun 2027
Praktik serupa juga dijalankan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui Program Bara Agro Sirkular. Perseroan memanfaatkan lahan nonproduktif bekas aktivitas tambang ilegal menjadi kawasan agrikultur terpadu berbasis ekonomi sirkular.
Program ini menerapkan konsep 9R dan sistem terintegrasi, di mana limbah dari satu aktivitas dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku aktivitas lainnya.
Kotoran puyuh, misalnya, diolah menjadi pupuk organik untuk perkebunan, sementara maggot hasil pengolahan limbah organik dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan perikanan.
Sementara itu, PT Freeport Indonesia (PTFI) mengembangkan Pusat Transformasi Bersama (PTB), fasilitas pengolahan sampah berbasis daur ulang yang dibangun bersama yayasan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan di Gresik, Jawa Timur.
Melalui fasilitas tersebut, limbah kayu dan besi dari pembangunan smelter diolah menjadi berbagai produk seperti meja dan kursi yang kemudian dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Gapensi: Pelemahan Rupiah dan Lonjakan Harga Solar Tekan Industri Konstruksi
Inisiatif tersebut turut membantu mengurangi limbah konstruksi yang berpotensi mencemari lingkungan.
Berbagai program yang dijalankan perusahaan tambang tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya mampu menekan dampak lingkungan, tetapi juga dapat menciptakan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Penerapan teknologi bersih dan ekonomi sirkular juga menjadi bukti bahwa aktivitas pertambangan dan upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan melalui inovasi serta kolaborasi yang tepat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













