kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kemtan antisipasi penurunan produksi kopi


Selasa, 11 Oktober 2016 / 19:49 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kemtan) mengkhawatirkan sejumlah komoditas andalan Indonesia akan mengalami penurunan produksi pada tahun ini. Salah satunya adalah produksi kopi. Pasalnya, di musim kemarau tahun ini, lebih banyak curah hujan sehingga merusak bunga tanaman kopi yang seharusnya sudah mulai mekar.

Dengan demikian, Kemtan akan mengantisipasi  terjadi penurunan produksi kopi pada tahun ini. Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Kementerian Pertanian (Kemtan) Dwi Pratomo memprediksi, produksi kopi tahun ini tidak sebesar produksi kopi tahun 2015 yang mencapai 664.460 ton dengan luas lahan 1,2 juta ha.

"Cuaca sekarang kan tidak bagus, jadi kemungkinan ada penurunan produksi, cuma berapa persennya saya belum tahu persis, tapi kami berharap tidak terlalu tinggi penurunannya," ujar Dwi, Selasa (11/10).

Dengan adanya penurunan produksi kopi dalam negeri, maka Dwi memperkirakan akan terjadi penurunan ekspor kopi di mancanegara. Untuk mengantisipasi itu, Kemtan akan mendorong intensifikasi tanaman kopi seperti melakukan sanitasi, pemangkasan daun agar tidak terlalu lembab dan menghindari berkembangnya jamur dan penyakit selama musim hujan ini.

"Jadi harus dipangkas cabang-cabang yang tidak produktif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×