kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 16.993   -143,00   -0,83%
  • IDX 7.207   236,13   3,39%
  • KOMPAS100 996   38,18   3,99%
  • LQ45 727   25,46   3,63%
  • ISSI 257   7,51   3,01%
  • IDX30 396   13,68   3,58%
  • IDXHIDIV20 484   12,04   2,55%
  • IDX80 112   4,06   3,76%
  • IDXV30 133   2,45   1,88%
  • IDXQ30 128   3,80   3,06%

Kemtan genjot produksi kakao di Sulawesi Barat


Selasa, 16 Februari 2016 / 13:15 WIB


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Kementerian Pertanian terus berupaya menggenjot produksi kakao nasional. Salah satu yang dilakukan adalah memberikan bantuan sejumlah alat dan teknologi yang dapat mengolah kakao menjadi produk siap jadi seperti coklat di Sulawesi Barat. 

Dengan meningkatkan produksi kakao dalam negeri, Indonesia berpotensi sebagai penghasil kakao terbesar di dunia. 

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman mengakui kalau saat ini masih banyak petani kakao yang terbatas dalam peralatan dan teknologi. Untuk itu, peran pemerintah amat penting untuk mendongkrak produksi kakao. "Kami akan memperhatikan kondisi petani, asalkan petani kakao dapat meningkatkan produksinya," ujarnya, Senin (15/2).

Sulawesi Barat merupakan salah satu penghasil kakao di Indonesia. Salah satu desa produsen kakao bernama Pammulukang memiliki luas area kakao sebesar 1.000 hektare (ha). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×