kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.922   12,00   0,07%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Keputusan valuasi Kilang Cilacap mundur lagi


Selasa, 29 Oktober 2019 / 19:54 WIB
Keputusan valuasi Kilang Cilacap mundur lagi
ILUSTRASI. Pekerja beraktivitas di kawasan Kilang PT. Pertamina RU (Refinery Unit) IV Cilacap, Jawa Tengah, Senin (15/7/2018).


Reporter: Filemon Agung | Editor: Azis Husaini

KONTAN.CO.ID -JAKARTA. Pembahasan valuasi kilang Cilacap berpotensi kembali mengalami kemunduran hingga Desember 2019 dari target semula di Bulan Oktober.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan, dirinya telah melakukan pertemuan dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif guna membahas nasib Kilang Cilacap.

Baca Juga: Pertamina hadirkan panel surya dan kincir angin di Kampung Laut Cilacap

"Kami upayakan tahun ini sudah ada kesepakatan, sedang kami kejar dan akan kami lihat sampai Desember nanti sepakat atau tidak," sebut Erick di Gedung Kementerian Kordinator Maritim dan Investasi, Selasa sore (29/10).

Lebih jauh Erick memastikan, jika tidak ditemui kesepakatan dalam valuasi maka pihaknya akan berupaya mencari cara lain. Sayangnya, Erick enggan merinci seputar strategi lain, namun ia memastikan sejauh ini belum ada perubahan strategi yang diambil.

"Bisa cari partner lain, tapi kami coba usahakan apa yang sudah disepakati kedua negara," sebut Erick.

Baca Juga: Pertamina Siapkan Jurus Menekan Defisit Migas

Ditemui di kesempatan yang sama, Menteri ESDM Arifin Tasrif membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, ia mengungkapkan pihaknya berupaya untuk mempercepat proses tersebut.

"Insyaallah kami proses, ingin dipercepat namun memang ada hal-hal yang harus disamakan," jelas Arifin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×