kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kilang Arun terganggu, PHE setop Blok NSO/NSB


Minggu, 10 Desember 2017 / 20:07 WIB


Reporter: Febrina Ratna Iskana | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang akhir tahun suplai gas untuk Sumatera Utara (Sumut) berkurang. Sebabnya adalah pasokan gas dari Blok NSO/NSB di Aceh terhenti.

Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku operator blok tersebut terpaksa menghentikan produksi gas dari Blok NSO. Ini lantaran adanya gangguan di kilang Arun,Aceh.

"Terganggunya suplai gas dari Blok NSO NSB ke PIM maupun Sumatera Utara karena PAG (Perta Arun Gas) tidak bisa memproses gas karena kehabisan chemical MDEA. Sehingga SRU (Sulfur Removal Unit) belum bisa beroperasi," jelas Presiden Direktur PHE, Gunung Sardjono Hadi, kepada Kontan.co.id, Minggu (10/12).

Menurut Gunung, jika dalam kondisi normal, produksi gas Blok NSO dan NSB bisa mencapai sebesar 120 mmscfd dengaan penjualan gas sekitar 60 mmscfd. Dengan kejadian ini, PHE pun terpaksa menutup sumur gas yang ada di kedua blok tersebut.

Makanya Gunung berharap pihak PAG bisa segera menyelesaikan masalah di kilang Arun. Sehingga PHE bisa kembali memproduksi gas dari Blok NSO dan BLOK NSB.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×