kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Kinerja Ciputra Development (CTRA) Terdampak Perlambatan Pasar Properti


Minggu, 21 Juni 2026 / 18:06 WIB
Kinerja Ciputra Development (CTRA) Terdampak Perlambatan Pasar Properti
ILUSTRASI. Cluster Malta di CitraGarden City (Dok/CitraGarden)


Reporter: Vina Elvira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) menghadapi tekanan kinerja di tengah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan tingginya suku bunga. 

Direktur Ciputra Development, Harun Hajadi, menyatakan perlambatan pasar properti sebenarnya teah terjadi sejak 2025.

Selain faktor siklus industri, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya dirasakan masyarakat juga memengaruhi kemampuan konsumen untuk melakukan pembelian properti melalui kredit.

"Perlambatan sudah terjadi sejak 2025, salah satu penyebabnya cycle. Kedua karena pertumbuhan ekonomi tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat, apalagi misalnya untuk mengambil kredit baru (KPR), padahal mereka sudah ada kredit mobil, motor dan lain-lain," ujar Harun kepada Kontan.co.id, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga: Laba Ciputra Development (CTRA) Turun 21,51% pada Kuartal I-2026, Cek Penyebabnya

Menurut dia, pelemahan rupiah juga memberikan tekanan terhadap biaya pembangunan proyek yang cukup signifikan,. 

Ciputra Development mengakui kenaikan biaya sudah dirasakan pada hampir seluruh komponen pembangunan, salah satu faktor pemicunya adalah meningkatnya biaya transportasi.

Meski biaya konstruksi meningkat, CTRA belum berencana melakukan penyesuaian harga jual produk properti. Perusahaan masih mempertimbangkan kondisi permintaan yang belum pulih sepenuhnya.

Terkait pengembangan proyek, CTRA menerapkan langkah yang lebih selektif dalam mengalokasikan belanja modal. Beberapa proyek yang membutuhkan investasi besar mengalami penundaan konstruksi.

"Penundaan konstruksi ada, terutama yang membutuhkan capex besar," ungkap Harun.

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Pilih Mengerem Ekspansi Mal

Di sisi pemasaran, Harun mengakui realisasi marketing sales hingga Mei 2026 masih berada di bawah target yang telah ditetapkan perusahaan maupun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Terkait prospek kinerja di semester II-2026, CTRA belum melihat adanya perubahan signifikan dibandingkan kondisi yang terjadi pada paruh pertama tahun ini.

"Semester II menurut saya hampir sama dengan semester I," tutup Harun.

 

Merujuk pemberitaan sebelumnya, CTRA mencatatkan penjualan dan pendapatan usaha Rp 2,55 triliun per kuartal I 2026. Ini turun 6,37% secara tahunan alias year on year (YoY) dari Rp 2,73 triliun di kuartal I 2026.

Segmen penjualan neto dari kaveling, rumah hunian, dan ruko menyumbang Rp 1,94 triliun.

Baca Juga: Kinerja Ciputra Development (CTRA) Positif di Sepanjang 2025, Cek Rinciannya

Penjualan apartemen menyumbang Rp 11,9 miliar dan penjualan kantor Rp 9,1 miliar. Sementara, segmen pendapatan usaha berkontribusi total Rp 586,93 miliar.

Ciputra Development sendiri mengantongi laba bersih Rp 518,3 miliar per 31 Maret 2026, atau turun 21,51% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×