Penulis: Chelsea Anastasia, Chelsea Anastasia | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) mencatat penurunan dari sisi top line dan bottom line sepanjang Januari-September 2026.
Melansir laporan keuangannya, hingga kuartal III-2026, penjualan emiten yang bergerak di bidang penunjang industri minyak dan gas bumi (migas) ini merosot 26,05% year on year (YoY) atau secara tahunan dari Rp 714,77 miliar menjadi Rp 528,55 miliar.
Dari sisi bottom line, laba bersih SUNI juga anjlok 20% YoY dari Rp 147,3 miliar menjadi Rp 117,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Jika ditinjau, penurunan penjualan SUNI terutama disebabkan oleh melemahnya pendapatan dari segmen penjualan barang, khususnya produk oil country tubular goods (OCTG).
Baca Juga: Omzet Produk UMKM di Jaringan SRC Tembus Rp 12,9 Triliun pada 2026
Pendapatan dari produk ini turun sekitar 29% YoY, dari Rp 661,77 miliar hingga September 2025 menjadi Rp 469,75 miliar hingga September 2026. Penurunan tersebut menjadi faktor utama yang menekan pendapatan perusahaan sepanjang periode tersebut.
Di sisi lain, penjualan produk wellhead and christmas tree justru meningkat sekitar 68,6% YoY, dari Rp 24,04 miliar menjadi Rp 40,52 miliar. Namun, tampaknya kenaikan ini belum mampu mengimbangi penurunan penjualan OCTG. Sementara itu, pendapatan dari kategori lainnya turun sekitar 38% YoY, dari Rp 28,77 miliar menjadi Rp17,84 miliar.
Secara keseluruhan, pendapatan dari penjualan barang turun sekitar 26,1% YoY, dari Rp 714,57 miliar menjadi Rp 528,10 miliar.
Baca Juga: Garuda Metalindo (BOLT) Realisasikan 44% Anggaran Capex hingga Semester I-2026
Adapun pendapatan jasa meningkat dari Rp 202,34 juta menjadi Rp 449,35 juta, didorong oleh kenaikan pendapatan wellhead engineering service dari Rp 202,3 juta menjadi Rp 319,5 juta, serta kontribusi pendapatan jasa lainnya sebesar Rp 129,85 juta hingga September 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














