kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

KKP alokasikan 214 kapal nelayan untuk Gorontalo


Sabtu, 14 Mei 2016 / 17:30 WIB
KKP alokasikan 214 kapal nelayan untuk Gorontalo


Sumber: Antara | Editor: Dikky Setiawan

GORONTALO. Dari 3.500 kapal nelayan yang dibagikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebanyak 214 unit dialokasikan di Provinsi Gorontalo.

"Saya kaget angka untuk Gorontalo besar sekali, tapi tadi pak Wagub sudah bilang kalau bisa dibulatin 250 unit untuk Gorontalo. Kapal ini akan kami bagikan tahun 2016," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Inengo, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu (14/5).

Menurut dia, kapal itu untuk membantu nelayan mendapatkan ikan lebih banyak sehingga bukan nelayan asing yang menikmati ikan-ikan di perairan Indonesia.

"Selama sepuluh tahun terakhir, ribuan kapal-kapal dari negara tetangga mengambil ikan di laut kita. Setiap hari, sepanjang tahun. Yang parah lagi, mereka pakai bahan bakar minyak dari kita," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa nelayan Indonesia sering kali kesulitan mendapatkan BBM, sementara kapal asing membawa ribuan ton BBM untuk mencuri ikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Sutrisno mengatakan saat ini pihaknya memiliki 21 kapal penangkap ikan yang mendaratkan hasil lautnya di Pelabuhan Kwandang, Inengo, Tilamuta, dan Gentuma.

Sedangkan alat tangkap yang paling banyak digunakan adalah jenis pukat cincin dan "hand line" tuna.

Ia menjelaskan bahwa Gorontalo memiliki potensi kelautan yang besar dengan hasil perikanan terbesar dari budidaya perikanan darat sebesar 115.477,39 ton atau 54,36 dari keseluruhan produksi yakni 212.427,50 ton.

"Hasil perikanan laut sebesar 95.991 ton dengan 8.413 rumah tangga perikanan," imbuhnya.

Sutrisno menambahkan, dalam kurun 2011-2015 produksi perikanan di daerah itu naik 8,38 persen dengan rata-rata produksi 92.494 ton.Dari 3.500 kapal nelayan yang dibagikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sebanyak 214 unit dialokasikan di Provinsi Gorontalo.

"Saya kaget angka untuk Gorontalo besar sekali, tapi tadi pak Wagub sudah bilang kalau bisa dibulatin 250 unit untuk Gorontalo. Kapal ini akan kami bagikan tahun 2016," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, saat berkunjung ke Pelabuhan Perikanan Inengo, Kabupaten Bone Bolango, Sabtu.

Menurut dia, kapal itu untuk membantu nelayan mendapatkan ikan lebih banyak sehingga bukan nelayan asing yang menikmati ikan-ikan di perairan Indonesia.

"Selama sepuluh tahun terakhir, ribuan kapal-kapal dari negara tetangga mengambil ikan di laut kita. Setiap hari, sepanjang tahun. Yang parah lagi, mereka pakai bahan bakar minyak dari kita," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa nelayan Indonesia sering kali kesulitan mendapatkan BBM, sementara kapal asing membawa ribuan ton BBM untuk mencuri ikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo Sutrisno mengatakan saat ini pihaknya memiliki 21 kapal penangkap ikan yang mendaratkan hasil lautnya di Pelabuhan Kwandang, Inengo, Tilamuta, dan Gentuma.

Sedangkan alat tangkap yang paling banyak digunakan adalah jenis pukat cincin dan "hand line" tuna.

Ia menjelaskan bahwa Gorontalo memiliki potensi kelautan yang besar dengan hasil perikanan terbesar dari budidaya perikanan darat sebesar 115.477,39 ton atau 54,36 dari keseluruhan produksi yakni 212.427,50 ton.

"Hasil perikanan laut sebesar 95.991 ton dengan 8.413 rumah tangga perikanan," imbuhnya.

Sutrisno menambahkan, dalam kurun 2011-2015 produksi perikanan di daerah itu naik 8,38 persen dengan rata-rata produksi 92.494 ton.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×